Ahli Bahasa Temukan Labelisasi Negatif ke Pengurus NU

Reporter: Nur Khabibi 

TVRINews, Jakarta 

Andika Dutha Bachari, Ahli Bahasa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan atas terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mengatakan, ditemukan labelisasi negatif terhadap suatu golongan.

"Labelisasi negatif yang disebutkan adalah bus yang jalannya oleng dipicu sopirnya dan keneknya, mabok dan ugal-ugalan. Di mana labelisasi tersebut ia tuju kepada pengurus NU.
Mengasumsikan di dalam tubuh NU dihuni atau diisi penumpang yang secara negatif dia labeli," kata Andika di ruang sidang. 

Andika menambahkan, ketika kata negatif itu disebarkan ke golongan tertentu, akan menimbulkan daya luka. Ketika sudah ada daya luka, maka orang tersebut akan memunculkan sikap permusuhan dan kebencian.

"Secara logika dan naluriah manusiawi, tentu akan menimbulkan sikap tidak senang dan permusuhan pada individu atau kelompok," ucap Andika.

Dengan menyebarkan melalui media sosial (medsos), kata Andika, berarti terdakwa termasuk mendistribusikan video yang berisi ujaran kebencian. Karena tidak memiliki target tertentu.

Sebelumnya, Gus Nur diduga telah menyebarkan informasi berupa SARA yang menimbulkan kebencian dan permusuhan melalui kanal YouTube Refly Harun, seorang pakar hukum tata negara pada 16 Oktober 2020. Salah satu yang ia singgung mengenai perubahan Organisasi Masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah