Anji Miliki Ganja 30 Gram dan Buku Hikayat Pohon Ganja

Reporter: Riana Rizkia

TVRINews, Jakarta

Musisi Anji ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (11/6/2021). Penyanyi terkenal ini diringkus saat berada di dalam studio rekamannya di Cibubur, Jakarta Timur. Darinya, polisi mengamankan ganja seberat 30 gram. 

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan bahwa terdapat seseorang yang memiliki ganja di sekitaran wilayah Palmerah. Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan menangkap Anji di perumahan di kawasan Cibubur. 

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo menyampaikan, barang bukti berupa 30 gram ganja tersebut didapat dari dua lokasi yang berbeda. Pada penangkapan 11 Juni kemarin, kata Ady, pihaknya mengamankan beberapa ganja dan ekstrak ganja, juga speaker yang digunakan Anji untuk menyembunyikan ganja miliknya. "Menurut info yang bersangkutan, AN kooperatif dan menyampaikan masih ada lagi barang (ganja miliknya) di wilayah Jawa Barat, di Bandung di tempat yang bersangkutan," kata Ady saat Jumpa Pers di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (16/6/2021). 

Dari keterangan pelaku tersebut, polisi kembali mengamankan barang bukti berupa biji ganja, batang ganja, dan buku berjudul 'Hikayat Pohon Ganja'. "Total 30 gram (ganja) kurang lebih," kata Ady. 

Setelah melakukan pemeriksaan, Anji dinyatakan positif mengandung tetrahydrocannabinol (THC) alias ganja. Ady mengungkapkan Anji memesan ganja dari situs megamarijuanastore.com. Namun, untuk mengakses situs tersebut, konsumen memerlukan tanda pengenal. "Yang bersangkutan harus memiliki tanda pengenal yang didapat dari seorang DPO, tinggal memilih jenis apa yang akan dibeli dan DPO yang akan melakukan pemesanan," kata Ady. 

Ketika ditanyakan hubungan antara Anji dan DPO, Ady mengatakan keduanya hanya saling mengenal dari sosial media saat DPO tersebut mengirim pesan kepada Anji dan menawarkan pembelian ganja melalui situs tersebut. "Situsnya sedang kita dalami, kalau di Indonesia kan itu tidak legal. Situs ini kita duga bukan situs dalam negeri," ujar Ady. 

Kepada polisi, Anji mengaku telah menggunakan ganja sejak September 2020 alasannya agar dia dapat rileks dan santai dalam melakukan pekerjaannya sebagai musisi. Terkait kepemilikan buku, Anji mengungkap bahwa hanya ingin mengedukasi dirinya dan mencari tahu mengenai negara-negara yang sudah melegalkan ganja.

Pihak keluarga Anji telah mengajukan permohonan asesmen. "Proses hukum tetap kita jalankan, kemudian kita layangkan permohonan tersebut yang diakomodir dalam Undang-undang," ucap Ady. 

Atas perbuatannya, Anji dijerat Pasal 111 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Penyalahgunaan Narkotika, dengan ancaman paling 4 hingga 12 tahun penjara.

Editor: Dadan Hardian

Daerah