Belajar dari Pengalaman Tahun Lalu, Polri Persempit Ruang Gerak Pemudik

Reporter: Riana Rizkia

TVRINews, Jakarta

Guna mendukung kebijakan larangan mudik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya sejak 12- 25 April dan dilanjut dengan Operasi Ketupat  pada 6-17 Mei 2021.

Disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus bahwa pihaknya telah belajar dari tahun lalu agar tidak ada pemudik yang nekat melakukan perjalanan di tengah pandemi. Pasalnya, jika mudik tidak dilarang, dikhawatirkan kegiatan tersebut dapat menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. 

"Kami sudah belajar dari tahun lalu bagaimana jalur-jalur tikus, kami sempat kecolongan, nah sekarang ini sudah kita tutupi semua, kita bentuk pos pengamanan dan penyekatan di situ," kata Kombes Pol Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (4/5/2021).

Terkait jalur tikus yang menjadi alternatif pemudik, Kombes Pol Yusri menegaskan pihaknya membentuk sebanyak 31 titik pos penyekatan dan 17 pos pengamanan. Penyekatan dan pengamanan ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak pemudik yang memaksa pulang ke kampung halaman. 

Kebijakan pemerintah terkait larangan mudik bukan untuk mempersulit masyarakat, namun untuk menjaga agar angka penularan Covid-19 tidak melonjak usai Hari Raya Idul Fitri. 

"Diharapkan masyarakat mau disiplin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya.

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah