Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Perekonomian Indonesia Terus Meningkat Februari 2021

Perekonomian Indonesia Terus Meningkat Februari 2021
Perekonomian Indonesia Terus Meningkat Februari 2021

Reporter : Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut perekonomian dalam negeri di bulan Februari 2021 terus mengalami perbaikan. Hal itu seiring dengan upaya pemerintah terkait penanganan kesehatan dan stimulus ekonomi.

Dikatakannya, beberapa indikator perbaikan ekonomi seiring dengan perluasan program vaksinasi yang dimaksimalkan pemerintah. Kendati demikian, pemerintah tetap mewaspadai perkembangan ekonomi dengan kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan domestik terutama akibat tekanan global.

“Bulan Februari ini, kita mengobservasi adanya perbaikan kegiatan ekonomi yang sangat positif, dan tentu ini adalah upaya bersama menjaga agar Covid-19 dapat dikendalikan, karena berdampak langsung pada pergerakan dan pemulihan ekonomi,” terang kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers ‘APBN Kita’ secara virtual, Selasa, (23/3/2021).

Lebih jauh ia menjelaskan kinerja manufaktur Indonesia bulan Februari kembali ekspansif pada level 50,9 atau sedikit lebih rendah dibanding Januari yang mencapai 52,2. Namun hal tersebut dinilai masih lebih baik dari beberapa negara di ASEAN. 

Adapun kinerja Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur, masih didorong oleh peningkatan permintaan baru dan output. Menurutnya, hal  tersebut mengindikasikan berlanjutnya pemulihan aktivitas manufaktur.

Selanjutnya, Neraca Perdagangan (NP) Indonesia sampai dengan bulan Februari 2021 tercatat surplus sebesar USD3,97 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.  

“Dari sisi eksternal kita melihat, neraca perdagangan Indonesia terus mengalami tren surplus di bulan Februari 2021. Jadi kalau kita lihat Januari Februari, surplus neraca perdagangan kita mencapai 3,9 Milyar USD. Ini lebih tinggi dari Januari Februari 2020,” ujar Sri Mulyani.

Kinerja ekspor bulan Februari 2021, sambung Menkeu, mengalami pertumbuhan 8,56 persen year on year (yoy). Hal itu didorong oleh ekspor nonmigas seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak, serta besi dan baja, yang tumbuh 8,59 persen (yoy).

Sementara itu, kinerja impor bulan Februari 2021 juga tumbuh positif 14,86 persen (yoy) ditopang oleh pertumbuhan impor non migas seperti bahan farmasi, bahan tekstil, dan peralatan komunikasi.

Beberapa jenis barang impor mengalami pertumbuhan, antara lain: Bahan Baku dan Penolong tumbuh 13,21 persen (yoy), dan Barang Modal tumbuh 14,74 persen (yoy), Barang Konsumsi tumbuh 21,46 persen (yoy).

Keyakinan konsumen terhadap perekonomian juga mengalami perbaikan pada Februari 2021, ditunjukkan oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang membaik pada level 85,4 dibandingkan bulan sebelumnya di level 84,9.

Hal itu terlihat dari meningkatkannya mobilitas masyarakat dan semakin menunjukkan tren pemulihan yang semakin berlanjut pada awal Maret. Tentunya seiring dengan upaya pemerintah untuk terus menyeimbangkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan aktivitas ekonomi untuk menjaga kesehatan masyarakat dan menggerakkan ekonomi.

“Ini seiring dengan jumlah kasus covid yang menurun pada level 5.000 dibandingkan pada level waktu menembus 12.000,” kata Sri Mulyani.

“Dan kalau vaksinasi berjalan terus dengan sukses, maka kita bisa berharap tren yang mulai meningkat lagi busa terus terakselerasi pada bulan maret dan pada kuartal kedua yang akan datang,” sambungnya.

 

Editor : Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.