Trending

  • Selasa, 9 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Dugaan Longsor Ciherang Akibat Rembesan Saluran Air di Puncak Bukit Leuweung Kadu

Dugaan Longsor Ciherang Akibat Rembesan Saluran Air di Puncak Bukit Leuweung Kadu
Longsor yang terjadi di Bukit Leuweung Kadu, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan pada Sabtu (15/1/2022), diduga kuat akibat adanya rembesan dari saluran air yang jaraknya hanya sekitar 1 meter d

Penulis: Doni Irwandy
TVRINews, Sumedang

 

Longsor yang terjadi di Bukit Leuweung Kadu, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan pada Sabtu (15/1/2022), diduga kuat akibat adanya rembesan dari saluran air yang jaraknya hanya sekitar 1 meter dari mahkota longsor. 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman  setelah melakukan peninjauan bersama Dandim 0610 Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa, Kalak BPBD Provinsi Jabar Dani Ramdani, Kalak BPBD Sumedang Dadang Sundara, Kapolsek Sumedang Selatan Kompol Boni dan jajaran lainnya ke zona merah lokasi longsor, Minggu (16/1/2022). 

"Ternyata diatas itu ada saluran air dan airnya cukup besar, nah kemungkinan kemarin ada rembesan-rembesan ditambah ada hujan juga, karena jarak antara saluran air dengan mahkota longsor hanya sekitar 70 centimeter," ungkap Herman. 

Herman menjelaskan, longsor susulan dapat saja terjadi jika tidak segera ditangani. Hal itu mengingat, aliran air dari irigasi cukup deras ditambah curah hujan masih cukup tinggi saat ini. 

"Kalau longsor kembali terjadi, maka aliran air dari irigasi bisa putus dan jebol ke bawah karena jarak mahkota longsor dengan saluran air cukup dekat, maka bisa dibayangkan dampaknya ada beberapa hektar lahan warga yang akan tidak terairi," paparnya. 

Terkait hal itu, kata Sekda, pihaknya langsung melakukan beberapa langkah upaya antisipasi agar terhindar dari longsor susulan. 

"Hari ini setelah meninjau langsung ke lapangan, penanganan sementara hari ini akan kita pasang rucuk, kemudian besok akan dilakukan pemasangan bronjong, dan hari rabu akan langsung kita lakukan perbaikan permanen dengan membuat saluran gorong-gorong agar tidak ada rembesan air lagi," paparnya. 

Herman menargetkan perbaikan di dekat mahkota longsor dapat selesai minggu depan. 

"Minggu depan diharapkan sudah selesai dikerjakan," ujarnya. 

Ia pun menegaskan bahwa longsor yang terjadi tidak berkaitan dengan proyek tol Cisumdawu. 

"Kami tegaskan setelah lihat ke lapangan tidak ada kaitannya antara longsor dengan tol Cisumdawu, memang diatas ada disposal tol Cisumdawu tapi jaraknya cukup jauh, dan murninya dari rembesan irigasi dan air hujan, ditunjang kondisi tanah di lokasi longsor cukup labil," pungkasnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.