Trending

  • Jumat, 20 Mei 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Puluhan Kepala Sekolah SD Negeri di Kabupaten Seluma Kembali Diperiksa Kejati Bengkulu

Puluhan Kepala Sekolah SD Negeri di Kabupaten Seluma Kembali Diperiksa Kejati Bengkulu
Pasca penetapan tersangka dan penahanan terhadap mantan Kadis Diknas Seluma Emzaili dan menantunya Filya Yudiati Asmara atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS)

Penulis: Agus Topo
TVRINews, Bengkulu


Pasca penetapan  tersangka dan penahanan terhadap mantan Kadis Diknas Seluma Emzaili dan menantunya Filya Yudiati Asmara atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi non fisik tahun 2020, tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu pada Rabu (13/1/2022 ) memeriksa   puluhan Kepala Sekolah SD Negeri di Seluma sebagai saksi. 

Pemeriksaan dilakukan tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu di salah satu ruangan di Kejaksaan Negeri Seluma.

Sementara itu Sutrisno Kepala SD Negeri 49 Seluma mengatakan dirinya hanya diperiksa ulang terkait keterangan yang disampaikannya beberapa waktu lalu pada penyidik Pidsus Kejati Bengkulu.

"Pertanyaan yang dilontarkan tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu tadi seputar pembelian alat media pembelajaran yang menggunakan dana bos afirmasi fisik tahun 2020," ujar Sutrisno. 

"Jawaban yang saya berikan  tetap sama dengan terdahulu, yakni pihaknya hanya menerima saja. Sedangkan yang membeli alat media pembelajaran seperti laptop, in fokus dan printer semuanya pihak Dinas Diknas Seluma," sambungnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu Agnes Triani membenarkan pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik pidsus terhadap para Kepala Sekolah SD Negeri di Seluma tersebut adalah dalam rangka penyempurnaan berkas dua tersangka sebelum nantinya dilimpahkan ke jaksa penuntut umum untuk segera disidangkan.

"Sesuai surat perintah tugas yang dikeluarkannya,tim penyidik pidsus memeriksa puluhan Kepala Sekolah SD Negeri di Seluma memang untuk  menyempurnakan berkas tersangka Emzaili dan menantunya Filya Yudiati Asmara sebelum dilimpahkan ke tim jaksa penuntut umum," tegas Agnes Triani.

Untuk diketahui dari Rp6 miliar lebih dana bos afirmasi non fisik Seluma tahun 2020, berdasarkan audit BPKP Perwakilan Bengkulu ditemukan kerugian keuangan Negara sebesar Rp842 juta lebih.

Sementara beberapa waktu lalu, tersangka Emzaili usai ditahan melalui pengacaranya telah menitipkan uang sebesar Rp842 juta lebih ke tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu.

Penitipan uang tersebut menurut Oven Putri pengacara tersangka Emzaili bukan berarti kliennya mengakui perbuatan tipikor karena hal tersebut akan dibuktikan di persidangan.

Agnes Triani mengatakan penitipan uang sebesar Rp842 juta lebih oleh tersangka Emzaili tersebut akan menjadi pertimbangan pada proses penuntutan oleh tim JPU.

 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.