Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Kota Jayapura
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Sepak Bola Cp Yan Rontini menyebutkan dua alasan Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih untuk walk out (WO) pada pertandingan final cabang olahraga sepak bola cp Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang berlangsung hari ini (12/11/2021) di Stadion Mahacandra Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura.
Menurutnya, Kalsel merasa kepemimpinan wasit merugikan pihaknya. Permainan keras yang ditunjukkan oleh Papua pada laga tadi sulit diterima oleh sang juara bertahan.
"Mereka juga protes soal pemain nomor 6 Papua (Albert Kafiar), mereka mempertanyakan di mana letak difabelnya," kata Roniti di Stadion Mahacandra Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Jumat (12/11/2021).
Padahal, masih dalam keterangan Roniti, Albert memang mengalami difabel, yakni tunadaksa. Ia juga menegaskan bahwa sebelum pemain didaftarkan mengikuti Peparnas XVI Papua, mereka harus memberikan surat keterangan dari dokter maupun medis yang tersedia.
Cukup disayangkan, pertandingan final antara tuan rumah melawan juara bertahan yang berlangsung di Stadion Mahacandra Universitas Cenderawasih ini padahal berlangsung cukup seru pada babak pertama.
Hingga pada akhirnya, Kalsel memilih untuk WO dan tidak melanjutkan pertandingan karena merasa dirugikan.
"Kami sudah mediasi, dipanggil tiga kali (termasuk) sama pak Walikota (Benhur Tommy Mano) mereka tetap tidak mau main. Akhirnya dinyatakan walk out," ujar Rontini.










