Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pengamat Kesehatan Sebut Pemda Perlu Buat Pengawas Disiplin Protokol Kesehatan

Pengamat Kesehatan Sebut Pemda Perlu Buat Pengawas Disiplin Protokol Kesehatan
Pengamat Kesehatan Sebut Pemda Perlu Buat Pengawas Disiplin Protokol Kesehatan

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

DKI Jakarta baru saja memecahkan rekor kasus harian Covid-19 terbesar sepanjang pandemi ini berlangsung. Pada tanggal 24 Juni 2021, sebanyak 7.505 kasus Covid-19 telah dikonfirmasi di Ibu Kota Negara.

Pengamat bidang kesehatan Dr Jusuf Kristianto mengatakan fenomena ini disebabkan masyarakat sudah mulai abai terhadap protokol kesehatan, sehingga jumlah pasien akan meningkat. Hal ini membuat rumah Sakit kewalahan dengan meningkatnya jumlah pasien yang sangat banyak. 

“Penanganan semua tenaga medis sudah sangat maksimal. Mereka sudah berjuang pagi siang dan malam. Untuk itu, perlu peran pemerintah daerah untuk melakukan terobosan, yaitu pengawas disiplin terhadap protokol kesehatan dan mengurangi kerumunan yang akan beresiko menularkan dan menimbulkan klaster baru. Sebab, pencegahan lebih baik daripada mengobati,” kata Jusuf kepada TVRINews.com, Jumat (25/6/2021).

Menurut pria yang menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Poltekkes Jakarta 1 Kementerian Kesehatan ini seharusnya masing-masing orang memiliki kesadaran untuk menjadikan Covid-19 sebagai musuh bersama dan menuntaskan perjuangan melawan pandemi ini. Sehingga jangan sampai masih ada yang bilang bahwa Covid-19 tidak ada dan tidak menular.

Padahal saat ini, masih dalam keterangan Jusuf, tingkat penularan varian virus delta sangat tinggi, disertai kecepatan untuk membuat keadaan tubuh melemah dan sesak nafas. Kita juga wajib menyadari ada beberapa orang yang OTG, tidak bergejala tetapi beresiko menularkan (silent transmission).

“Jadi sadarilah kita harus memakai masker dan mengurangi pergerakan agar tidak terjadi penularan yang tidak berkesudahan. Bagi yang terpapar harus tinggal di rumah melakukan isolasi mandiri, jika baru sembuh dengan bukti PCR negatif tetap melakukan isolasi mandiri,” ujar Jusuf.

 

 

 


Editor:  Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.