
Foto : Kementerian PUPR
Penulis : Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Yetetkun telah selesai dibangun dan siap untuk diresmikan. PLBN Yetetkun terletak di Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Pembangunan PLBN merupakan salah satu upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengurangi disparitas dan memeratakan pembangunan infrastruktur khususnya di kawasan perbatasan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan PLBN Yetetkun tidak hanya menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting adalah fungsi pertahanan keamanan, sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG).
"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (15/08/2022).
Selain pembangunan PLBN, Kementerian PUPR juga meningkatkan kualitas jalan perbatasan (Trans Papua) pada ruas Merauke-Boven Digoel untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan. Dukungan konektivitas ini memudahkan masyarakat untuk membawa hasil tani untuk dijual di Patok Batas Negara dimana biasanya terdapat pasar kaget.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai mengungkapkan, dirinya berharap PLBN ini dapat menjadi pusat perekonomian bagi masyarakat Kabupaten Boven Digoel.
"Kita ciptakan sentra ekonomi baru di kawasan PLBN maka kita harus melihat peluang yang ada," ucap Suzana.
Perlu diketahui, hingga Agustus 2022 Kementerian PUPR telah menyelesaikan tujuh PLBN sesuai dengan Inpres No.6 Tahun 2015 yaitu PLBN Entikong, PLBN Aruk, dan PLBN Badau di Kalimantan Barat, PLBN Motaain, PLBN Motamasin, PLBN Wini, dan PLBN Skouw di Papua.
Dilanjutkan dengan empat PLBN
inti meliputi gedung utama PLBN, pos pemeriksaan, pos gerbang, pos TNI, power house, mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), pengadaan peralatan X-Ray dan Thermal Detection, dan portal.
Sedangkan untuk zona sub inti akan dibangun rumah pegawai dan zona pendukung seperti kios (pusat ekonomi), lansekap, dan infrastruktur lainnya seperti tempat pengolahan sampah dan penyediaan MCK.
Editor: Redaktur TVRINews
