
Tak Dapat Siswa,18 SD Negeri di Tuban Tutup
Penulis: Heri S/Basri
TVRINews, Kabupaten Tuban
Sekolah Dasar Negeri Kembangbilo 2 di Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban terlihat baik-baik saja, dengan bangunan kelas dan kantor, serta papan nama sekolah masih gagah berdiri. Namun jika diamati, fasilitas pendidikan itu terasa sunyi dan tak ada aktivitas guru maupun siswa.
Diketahui, SDN Kembangbilo 2 sudah ditutup permanen oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Hal ini dilakukan karena beberapa tahun terakhir sekolah tersebut tidak pernah mendapat siswa baru. Sementara, siswa kelas VI dan kelas IV sebanyak delapan anak dialihkan ke SDN Kembangbilo 1.
Kesulitan mendapat siswa baru ini dirasakan SDN Kembangbilo 2 sejak sepuluh tahun terakhir. Berada cukup dekat dengan pusat Kota Tuban, Desa Kembangbilo terdapat tiga sekolah, sehingga persaingan antar-sekolah cukup ketat. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya angka kelahiran warga Desa Kembangbilo yang hanya sekitar 40 bayi per tahun.
“Berkurangnya siswa di SDN Kembangbilo II terjadi mulai tahun 2010 lalu. Rendahnya angka kelahiran di desa setempat, menjadi salah satu faktor utamanya, sehingga siswanya kemudian dimutasi ke SDN Kembangbilo I,“ kata Joko Supeno, Kepala Sekolah SDN Kembilo I dan II Tuban.
Sementara itu, fenomena sekolah ditutup permanen dan digabung dengan sekolah lain ini ternyata merata terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Hingga kini, terdapat sebanyak 18 Sekolah Dasar Negeri di Tuban yang ditutup karena berbagai alasan.
“Tidak seluruh sekolah yang digabung karena masalah kekurangan siswa. Beberapa sekolah digabung karena masalah sarana dan prasarana. Seperti SDN Rengel 1 digabung dengan SDN Rengel 3, karena sekolah dengan siswa melimpah itu tidak memiliki lahan cukup untuk berkegiatan,“ ujar Nur Khamid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.
Editor: Dadan Hardian
Editor: Admin
