Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Olahraga

  • 0 Komentar

Ketua Tim Review PPON Kemenpora: Pemilihan Cabor SEA Games Didasari Track Record Prestasi

Ketua Tim Review PPON Kemenpora: Pemilihan Cabor SEA Games Didasari Track Record Prestasi
Foto : Ketua PPON Kemenpora Prof. Dr. Moch. Asmawi

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta


Tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga telah memutuskan untuk memberangkatkan 31 cabang olahraga (cabor) ke SEA Games 2021 Hanoi yang digelar pada 12-23 Mei 2022 mendatang.

Keputusan tersebut merupakan hasil review dari tim yang terdiri dari para akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya, praktisi olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). 

Selain itu, tim review juga mewawancarai pelatih, manajer, dan pengurus cabang olahraga serta melihat track record prestasi cabor tersebut di ajang-ajang olahraga terakhir yang diikuti baik single event maupun multi event.

“Kami menetapkan cabang olahraga itu berdasarkan hasil review. Review itu tidak hanya kami wawancara dengan cabang-cabang olahraga, tetapi kami juga mempunyai data dan mempunyai track record. Data itu multi event yang terakhir diikuti, kalau enggak begitu kita juga melihat track recordnya di kejuaraan resmi,” kata Prof. Dr. Moch. Asmawi, Ketua PPON Kemenpora, Jumat (8/4/2022).

Kemudian, Asmawi menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemenpora telah menetapkan olimpiade sebagai sasaran utama dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). SEA Games hanya sasaran antara menuju Asian Games dan Olimpiade. 

Sehingga, kategori pertama cabang olahraga yang dikirim ke SEA Games yaitu 14 cabang olahraga yang masuk dalam DBON minus satu cabang olahraga karena tidak dipertandingkan pada SEA Games 2021 ini.

“Kurang lebih ada 14 cabang olahraga dalam DBON, tentunya yang nantinya mempunyai kans untuk meraih medali emas, perak dan perunggu, 14 cabang olahraga ini kami sudah mempunyai analisa prestasi semuanya,” ujar Asmawi.

13 cabor ini antara lain Angkat Besi, Atletik, Balap Sepeda, Bulu Tangkis, Dayung (Kano/Kayak-Perahu Naga), Rowing, Karate, Menembak, Panahan, Pencak Silat, Renang, Senam, Taekwondo dan Wushu. Begitu pula dengan cabor yang tidak masuk dalam DBON. Namun dinilai memiliki potensi meraih medali dengan jumlah 18 cabang olahraga.

“Ada 18 cabang olahraga yang non DBON. Namun ada potensi emas dan perak jadi kita berangkatkan. Kami tidak langsung menyetujui itu, karena kami mreview lagi dengan tim review baik itu review dengan tim DBON atau tim dari Kemenpora maupun review dengan tim yang ada di NOC atau KOI,” ucap Asmawi.

Adapun 18 cabang olahraga non DBON ini antara lain, Tinju, Voli Indoor, Voli Pantai, Bowling, Catur, Jujitsu, Judo, Tenis, Triatlon, Sepak Takraw, Kickboxing, Sepak Bola, E-sport, Anggar, Basket, Gulat, Selam, Vovinam dan Golf.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.