Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pemerintah Targetkan Stunting Turun 3 Sampai 3,5 Persen Setiap Tahun

Pemerintah Targetkan Stunting Turun 3 Sampai 3,5 Persen Setiap Tahun
Pemerintah Targetkan Stunting Turun 3 Sampai 3,5 Persen Setiap Tahun

Penulis: Ahmad Richad

 

 

TVRINews, Jakarta

 

Presiden RI Joko Widodo menargetkan angka stunting gizi di Tanah Air turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Hal itu diperlukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas untuk menyongsong Indonesia Maju pada 2045. 

 

 

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.  

 

 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, untuk mencapai target 14 persen, maka setiap tahunnya perlu terjadi penurunan sekitar 3 persen.

 

 

"Kita masih perlu upaya inovasi, agar terjadi penurunan sekitar 3 sampai 3.5 persen per tahun. Sehingga tercapai target 14 persen tahun 2024 sesuai dengan target Presiden berdasarkan RPJMN bisa tercapai," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Senin (24/01/2022).

 

 

Lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan, pemerintah akan memperkuat percepatan penurunan stunting melalui langkah-langkah intervensi. Di antaranya, akan ada langkah intervensi melalui puskesmas dan posyandu.

 

 

Muhadjir menyampaikan, pemerintah akan memastikan intervensi pencegahan stunting pada perempuan sejak sebelum kelahiran dan sesudah kelahiran. 

 

 

Untuk sebelum kelahiran akan dilakukan program pendistribusian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri, program tambahan asupan gizi untuk ibu hamil kurang gizi kronik, melengkapi puskesmas dengan USG untuk mempertajam identifikasi ibu hamil.

 

 

Kemudian untuk pasca kelahiran juga dilakukan program guna mendukung pemenuhan konsumsi protein hewani balita,merevitalisasi proses rujukan balita weight faltering dan stunting ke puskesmas dari rumah sakit, serta merevitalisasi, melengkapi, mendegitalisasi alat ukur di seluruh posyandu.

 

 

"Jadi nanti Pak Menkes akan mendistribusikan alat ukur untuk seluruh posyandu di Indonesia yang jumlahnya sekitar 240 ribu," ujar Muhadjir.

 

 

Selain itu juga dilakukan revitalisasi proses rujukan balita weight faltering dan stunting ke puskesmas dari rumah sakit, penambahan dana bantuan operasional kesehatan (BOK) puskesmas untuk terapi gizi, perubahan aturan BPJS mengenai stunting di RS agar bisa dilayani, serta peningkatan imunisasi dasar dari 12 menjadi 14 jenis imunisasi.

 

 

Untuk melakukan itu semua dan mencapai target penurunan 14 persen, Muhadjir menyampaikan, perlu sinergi anggaran untuk penurunan stunting antar K/L, APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai indikator target yang tela ditetapkan dalam Perpres 72/2021.

 

Editor: Fera Belinda


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.