Penulis : Heri S
TVRINews, Jombang
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi atau penggalian situs Watu Kucur di Kabupaten Jombang. Peninggalan purbakala seluas 225 meter persegi berbentuk punden tersebut diyakini sebagai tempat suci atau pemujaan pada era Kerajaan Majapahit.
Situs Watu Kucur yang diekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya, BPCB Jawa Timur ini berada di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro Kecamatan Mojoagung Jombang. Lokasi situs berada di tengah perkebunan tebu dengan posisi situs lebih tinggi 1 meter dibandingkan tanah di sekitarnya.
Situs Watukucur sendiri berbentuk sebuah yoni tanpa lingga berukuran bujur sangkar 1 meter kali 1 meter dan tinggi 96,5 sentimeter. Di tengah-tengah bagian atas yoni terdapat lubang yang biasanya digunakan untuk meletakkan batu lingga. Yoni yang dinamai situs Watu Kucur ini ditemukan tahun 2010 lalu di lahan milik warga.
Arkeolog BPCB Jawa Timur menduga, bangunan di situs Kucur ini merupakan tempat pemujaan zaman Majapahit. Itu terlihat dari adanya batu yoni di lokasi situs. Yoni ini identik dengan agama Hindu beraliran Syiwa.
Selain itu, terdapat juga temuan 10 batu umpak besar berukuran 65 x 60 x 55 sentimeter. Sedangkan ukuran bata merah kuno yang membentuk struktur memiliki dimensi 34 x 24 x 9 sentimeter. Dimensi bata merah kuno ini merupakan karakter struktur khas bangunan era Majapahit.
Arkeolog Ketua Tim Ekskavasi BPCB Jatim Muhammad Ichwan mengatakan, penggalian arkeologi kali ini akan mengupas area seluas 15 x15 meter atau 225 meter persegi selama 10 hari ke depan, yaitu sejak tanggal tujuh hingga 16 oktober mendatang.
Sementara itu Iswahyudi, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Jombang mengatakan, Pemkab Jombang akan mendukung setiap upaya arkeologi yang dilakukan BPCB Jombang termasuk soal pendanaan dan pengamanan lokasi situs, karena situs Watu Kucur merupakan bagian dari khasanah cagar budaya yang wajib dilindungi.
Hingga saat ini, tercatat tim arkeolog sudah menggali 14 meter bidang tanah situs Watu Kucur, yaitu membentang dari utara ke selatan. Sedangkan bangunan yang telah nampak berupa struktur bata merah kuno menyerupai dinding dan lantai batu-bata.
Editor: Dadan Hardian










