Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Wakil Presiden: Kunci Hadapi Pandemi Covid-19 adalah Iman, Imun, Aman, dan Amin

Wakil Presiden: Kunci Hadapi Pandemi Covid-19 adalah Iman, Imun, Aman, dan Amin
Wakil Presiden: Kunci Hadapi Pandemi Covid-19 adalah Iman, Imun, Aman, dan Amin

Reporter: Aulia Zita

TVRINews, Jakarta

Ramadan tahun ini merupakan kali kedua yang harus dilalui dalam kondisi pandemi Covid-19. Selain bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, diperlukan ikhtiar lahiriah untuk menghadapi pandemi tersebut. 

“Kunci dalam menghadapi kondisi pandemi ini adalah iman, imun, aman dan amin,” ujar Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin pada acara Pesantren Ramadan Dokter Indonesia (PARAMADIA) 1442 H, melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No. 2 Jakarta Pusat, Sabtu (17/04/2021).

Lebih jauh Wapres menjelaskan, iman kepada Allah berarti musibah tidak menimpa manusia kecuali apa yang telah ditentukan oleh NYA. Masyarakat juga perlu meningkatkan imun, melalui asupan yang bergizi, konsumsi vitamin, berolahraga dan menjaga diri dengan baik  sehingga tidak mudah sakit. Selain itu, menjaga keamanan diri dan orang lain dengan menerapkan protokol kesehatan 5M, dan juga amin, yaitu dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
“Karena pada dasarnya rahmat Allah itu akan diberikan kepada orang-orang yang berusaha dengan baik (inna rahmatallahi qaribun lil muhsinin),” ujar Wapres. 

Ma’ruf Amin juga menyebut Ramadan ini saatnya kita melakukan refleksi secara lebih mendalam, lebih komprehensif, dan lebih substantif terhadap perjalanan kita baik sebagai mahluk Tuhan, mahluk pribadi, maupun mahluk sosial. 

“Ramadan sebagai momentum terbaik untuk me-recharge jasmani dan rohani kita, mengingatkan kembali kepada tujuan penciptaan kita, yaitu penghambatan diri kepada Allah, momentum untuk memperbaiki diri dan muhasabah diri, momentum untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, dan momentum untuk meningkatkan amal saleh,” ujarnya mengingatkan. 

Menurut Wapres, amal saleh tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual seperti salat, puasa, zakat, dan haji tetapi juga berupa ibadah sosial seperti perbuatan baik dalam bidang ekonomi, bidang sosial, termasuk juga pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama Wakil Presiden juga mengingatkan bagi praktisi kesehatan maupun pemerintah penting untuk membangun kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan dan vaksinasi  melalui pendekatan kesehatan maupun pendekatan keagamaan.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat Eka Mulyana menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Jawa Barat yang terus mengupayakan vaksinasi di seluruh daerah dengan harapan pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

“Kami dari IDI Jawa Barat tentu berharap dengan terlaksananya acara di masa pandemi yang belum berakhir, kita berharap segera berakhir. Dan saat ini kami sedang berlangsung vaksinasi di wilayah Jawa Barat, baik di kota maupun kabupaten yang melibatkan pihak dan unsur,” ucap Eka.

Sementara, Wakil Ketua 2 PB IDI, Slamet Budiarto, mewakili Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Faqih, berharap acara ini dapat bermanfaat bagi seluruh dokter dan tenaga kesehatan.

“Acara yang mulia ini harus kita dukung penuh di bulan yang penuh barokah, penuh rahmat. Saya kira PB IDI mendukung kegiatan ini dan sangat bermanfaat bagi para anggota dan tenaga kesehatan yang lain,” ujar Slamet.

Selanjutnya, acara diikuti sesi webinar yang menghadirkan dua topik, yaitu Peran Kepemimpinan Dokter Muslim Indonesia dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa dan Telaah Perkembangan Kasus Covid dari Kacamata Epidemiolog dan Sejarah Islam.

Selain dihadiri oleh Wakil Ketua 2 PB IDI Slamet Budiarto dan Ketua IDI Jawa Barat Eka Mulyana, acara turut hadiri secara virtual oleh para pengurus dan anggota Ikatan Dokter Indonesia. 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.