Penulis: Abdullah Fikri
TVRINews, Bogor
Namanya Qonita. Usianya 20 tahun. Menimba ilmu di Universitas terkemuka di Kabupaten Bogor. Gadis ini tak malu menjual hewan kurban yang berlokasi di Jalan Lingkar Laladon Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.
Saat dijumpai pada Minggu (18/7/2021), Qonita menuturkan, tahun ini adalah tahun pertama saya buka lapak di jalan, namun sudah lima tahun bergelut jual beli kambing kurban.
“Ini adalah peluang untuk saya kembangkan pemasaran jual beli hewan kurban, apalagi ini adalah projek tahunan hari raya Iduladha. Saya kuliah di bidang peternakan, jadi bisa terjun langsung menjual sekalian mendalami langsung tentang hewan ternak," ucapnya.
Selain membuka lapak di pinggir jalan, Qonita memasarkan hewan kurbannya via online.
“Untuk harga kambing kurban sendiri kami pasarkan dari kisaran harga Rp1,9 juta sampai Rp6 juta dengan promo free ongkir pengirim untuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor," katanya.
"Masalah kesehatan hewan kurban yang kami jual jangan khawatir.Semua kambing kami jual telah diperiksa oleh petugas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor dan sudah layak dikonsumsi," sambung Qonita.
Ketika ditanyakan prihal adanya PPKM Darurat akan dampak penjualan, Qonita mengatakan kendala yang dihadapi adanya PPKM Darurat hanya beberapa masjid yang tahun kemaren sering memesan dan membeli tahun ini tak membeli.
"Karena mereka tidak membuka kurban. Tapi tidak begitu drastis akan adanya PPKM Darurat ini,” ujar Qonita.
“Ayo para kaum milenial kita cari tujuan, apalagi di masa pandemi ini susah sekali mencari uang sekadar uang jajan. Jadi jangan malu bekerja apa aja," pesan Qonita kepada kaum milenial.
Editor: Dadan Hardian










