
Cara Kerja DVI Polri Mampu Identifikasi Korban
Reporter : Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta
Kepala Laboratorium DNA
Pusdokkes RS Polri, Kombes Pol dr. Ratna Relawati, menjelaskan tahapan identifikasi body part jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182. Operasi DVI untuk menentukan orang teridentifikasi atau tidak, berdasarkan dari data Antomortem dan postmortem.
"Untuk antemortem sendiri harus ada data primer, salah satunya sidik jari, DNA, dan rekam gigi, atau data record. Yang ingin saya jelaskan di sini data primer tentang DNA," kata Kombes Pol Ratna Relawati, Rabu (13/1/2021).
Proses identifikasi menggunakan DNA lebih rumit, karena timnya harus menentukan dahulu body part mana yang kira-kira memungkinkan akan muncul DNA-nya. Setelah itu baru diekstraksi dan ada proses selanjutnya.
"Dari body part tersebut DNA-nya harus steril sebelum diidentifikasi, dan ini juga menjadi tantangan kita untuk lebih teliti dan hati-hati," ujarnya.
Terkait sampel DNA yang postmortem, apa yang tim DVI dapat itu yang akan diteliti, misalnya tim DVI mendapat kirimannya body part berupa otot. Kemudian dipilah lagi ototnya untuk mendapatkan sampel DNA yang lebih akurat, karena tidak semua otot itu bisa diambil.
"Kalau ototnya sudah mengalami degradasi maka tidak diambil, dan kami akan cari jenis otot masih agak merah. Kalau kami menemukannya tulang, maka tulangnya yang kami teliti. Kecuali lemak, karena itu nggak bisa diteliti sebab tidak ada jaringan selnya,"terang Kombes Pol Ratna Relawati.
Setelah data DNA didapat dari body part korban barulah dilakukan rekonsiliasi dengan data DNA yang diberikan pihak keluarga korban, jika cocok maka jenazah dapat dinyatakan teridentifikasi.
"Nanti kalaupun diuji di tempat lain, hasilnya sama. Berdasarkan pengalaman kami, pada beberapa kasus kecelakaan pesawat misalnya Lion Air dengan 92 korban dapat teridentifikasi 88 DNA. Kemudian pada kasus Air Asia, 93 persen teridentifikasi berdasarkan DNA," ucapnya.
"Perlu kami tekankan laboratorium Polri sudah terstandarisasi internasional, sehingga kami harus mengukuti prosedur internasional," lanjutnya.
Sampai hari ini, Rabu (13/1/2021), tim DVI Polri sudah berhasil mengidentifikasi total empat korban atas nama Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto dan Ashabul Yamin.
Editor : Dadan Hardian
Editor: Admin
