Reporter : Aulia Zita
TVRINews, Jakarta
“Sesuai dengan arahan Presiden, baiknya dibuat sedemikian rupa agar Imlek mendatangkan hikmah bagi masyarakat luas dan bisa juga menjadi salah satu media untuk ikut mensuskeskan pemerintah menanggulangi Covid, jangan sampai Imlek malah punya dampak sebaliknya.”
Demikian disampaikan oleh Menko PMK, Muhadjir Effendy dalam Dialog Indonesia Bicara di TVRI Senayan Jakarta, Senin (8/2/2021).
Acara Dialog Indonesia Bicara tersebut membahas “Imlek dengan Budaya Baru" yang dipandu Herdina Suherdi. Hadir juga Ketua Matakin, Budi Santoso Tanuwibowo dan Dewan Pakar Indonesia Tionghoa, Azmi Abu Bakar.
Pemerintah mengimbau agar umat Khong Hu Chu dan mereka yang merayakan Imlek untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan serta tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).
Pemerintah juga mengingatkan agar seluruh masyarakat yang hendak merayakan hari besar ini tetap ingat bahwa saat ini Indonesia masih berjuang mengatasi pandemi.
Imbauan yang dikeluarkan Pemerintah bertujuan baik untuk menjaga keselamatan semua orang, bukan untuk mendiskreditkan kelompok tertentu.
“Secara prinsip tetap, artinya kita upayakan tidak mengurangi makna dari imlek ini, baik Imlek sebagai peristiwa ritual keagamaan kemudian juga sebagai ekspresi tradisi dari komunitas Tionghoa, maupun sebagai perayaan naisonal,” kata Muhadjir Effendy.
Pemerintah juga tak lupa mengingatkan mengenai esensi Imlek di Indonesia. Terlepas dari ritual yang melekat pada perayaan ini, Imlek sendiri, sejatinya bukan hanya semata perayaan keagamaan maupun perayaan budaya, namun juga merupakan perayaan nasional.
“Di samping itu juga Imlek merupakan peristiwa budaya yang sifatnya universal yang melampaui sekat etnis, yang artinya semua orang juga merasa gembira dengan Imlek dan segala pernak-perniknya, jadi sebetulnya seluruh masyarakat Indonesia juga ikut gembira menyabut imlek,” ujar Muhadjin.
Sementara itu Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) menanggapi imbauan pemerintah secara serius.
Sejak awal pandemi, Matakin telah berkoordinasi dengan pengurus di seluruh Indonesia terkait pelaksanaan prokes di tempat ibadah.
“Ketika pandemi resmi diumumkan pemerintah pada tanggal 2 maret tahun 2020, Matakin sudah secara cepat merespon dan kami membikin surat edaran kepada seluruh majelis-majelis di Indonesia, kebaktian pun ditiadakan dulu, silahkan beribadah dari rumah,” ujar Budi Santoso Tanuwibowo.
Menurut Budi, Imlek kali ini tidak akan berkurang maknanya apabila dirayakan dari rumah masing-masing. Teknologi komunikasi yang ada bisa menggantikan interaksi langsung yang biasa terjadi setiap Imlek. Misalnya dengan mengirim angpao secara digital maupun melakukan ibadah secara online bersama.
“Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan, tapi tetap banyak juga yang bisa kita lakukan,” ujar Budi Santoso Tanuwibowo.
Editor: Dadan Hardian










