
Kamar Jenazah RSUD Wangaya Penuh
Penulis: Yudha Maruta
TVRINews, Denpasar
Kamar jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar penuh, bahkan melebihi daya tampung. Kapasitas ruangan hanya 31 jenazah, hingga Rabu (11/8/2021) terisi 71 jenazah.
Kondisi ini membuat pihak RSUD Wangaya membangun tenda darurat. Bahkan memfungsikan kantor pemulasaran di lantai 2 gedung yang hanya disekat terpal sebagai tempat penitipan jenazah. Saat ini tenda darurat juga telah penuh dengan peti jenazah.
Pihak pemulasaraan jenazah RSUD Wangaya menyatakan kondisi ini akibat naiknya tingkat kematian di RSUD Wangaya. Sejak awal Juli, angka kematian meningkat dalam sehari mencapai 5-7 pasien.
Sementara dalam situasi normal angka kematian dalam sehari hanya 1-2 orang. kondisi ini membuat pihak RSUD Wangaya menolak beberapa permintaan penitipan jenazah. Hingga hari Rabu (11/8/2021), sebanyak 8 jenazah telah ditolak.
“Kondisi saat ini sebenarnya kami sudah banyak menambah tempat. Hal ini disebabkan RSUP Sanglah sudah tidak menerima jenazah Covid-19 dari luar. RSUD Mangusada Badung juga saat ini sudah penuh dan Rumah Sakit Bali Mandara pun sudah penuh. Jadi, warga banyak yang kebingungan menitipkan jenazah. Untuk hari ini saja, kami sudah menolak sekitar 8 jenazah dari luar," ujar Ida Bagus Gede Rama Praba Vananda, Kepala Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Wangaya.
Dalam kondisi normal kapasitas penitipan jenasah RSUD Wangaya sebanyak 21 freezer dan 10 peti. Saat ini freezer telah terisi sebanyak 19 jenazah non Covid-19.
Untuk 52 jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 diletakkan di dalam peti yang tersebar di ruang pemulasaran lantai bawah, di tenda darurat dan di kantor yang difungsikan sebagai penitipan jenazah. Secara keseluruhan terjadi kelebihan kapasitas mencapai 40 jenazah.
Editor: Dadan Hardian
Editor: Admin
