
Nyaris Punah Tergerus Zaman, Doclang Masih Banyak Peminatnya
Reporter: Riana Rizkia
TVRINews, Bogor
Bogor memiliki berbagai macam kuliner khas. Selain terkenal dengan soto mie, Bogor juga memiliki menu sarapan untuk sekadar mengganjal perut, yaitu doclang.
Doclang adalah sajian ketupat dengan tahu dan siraman bumbu kacang cair yang menjadi salah satu makanan khas Bogor.
Seporsi doclang berisi lontong, telur rebus dan siraman bumbu kacang serta kecap manis dengan ditaburi bawang goreng.
Sekilas memang doclang dan ketupat tahu terlihat mirip. Namun yang membedakan doclang dengan ketupat tahu khas Bogor adalah terletak pada bungkus lontong.
Lontong untuk doclang dimasak dengan dibungkus daun patat atau limpung (Phrynium capitatum), dan memberikan efek harum.
Selain itu, daun patat ini punya banyak serat dan protein, dan sering digunakan orang Bogor sejak dahulu untuk membungkus daging dan sayur, sementara itu lontong untuk ketupat sayur dibalut dengan daun pisang.
"Perbedaan lain antara doclang dan ketupat tahu adalah dari bumbu yang digunakan. Untuk ketupat bumbunya halus dan dicampur dengan bawang putih," kata Pirdaos, si penjual doclang.
Sedangkan bumbu doclang sengaja dibuat kasar dan hanya menggunakan kacang tanpa ada campuran bahan lain seperti bawang.
Seporsi doclang dikenakan harga Rp. 12.000 dengan isi yang komplit. Namun sekarang keberadaan doclang sudah mulai punah tergerus zaman.
Tapi jangan khawatir, bagi kalian yang ingin tahu bagaimana rasa doclang, masih ada penjual doclang yang bertahan hingga sekarang di Bogor. Beralamat di Gang Raden Kosasih, RT 01 RW 01,No. 1.
Dengan satu meja panjang dan kursi panjang, doclang yang bernama 405 masih banyak peminatnya.
Editor: Idham Kurniawan
Editor: Admin
