Reporter: Aulia Zita
TVRINEWS, Jakarta
Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino III meninggal pada Kamis (24/6/2021), setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Manila.
Dilansir dari New York Times, kematiannya dikonfirmasi dalam sebuah pernyataan dari Manuel Roxas II, mantan menteri dalam negeri yang keluarganya telah lama dikaitkan dengan Aquinos. Penyebab kematiannya tidak diketahui, namun media lokal mengatakan dia dirawat di rumah sakit sejak Kamis pagi.
Istana kepresidenan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan meminta warga Filipina untuk berdoa. Wakil Presiden Leni Robredo, yang mencalonkan diri di bawah partai berkuasa yang saat itu dipimpin Aquino ketika terpilih pada tahun 2016, menggambarkan kematian Aquino sebagai kejadian yang memilukan. "Dia mencoba melakukan apa yang benar, bahkan ketika itu tidak populer," katanya dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan Reuters.
"Dia bekerja dengan tenang dan tanpa lelah untuk kebaikan semua orang. Dia akan dirindukan," lanjutnya.
Benigno Aquino III adalah putra tinggal dari mantan anggota Senat dan ikon demokrasi Filipina, Benigno Aquino Jr. Kakek Aquino adalah mantan Presiden Corazon Aquino. Lahir dalam keluarga politisi, Aquino kemudian mengikuti jejak ayah dan kakeknya berkarir sebagai pejabat publik.
Aquino masuk dunia politik Filipina sebagai anggota kongres mewakili distrik Tarlac selama dua periode. Setelah menghabiskan masa jabatan dua periode menjadi anggota kongres, Aquino mencalonkan diri menjadi anggota senat dan lolos mengabdikan diri di posisi itu pada 2007-2010.
Pada 2010, dia terpilih menjadi orang nomor satu di Filipina. Aquino awalnya menjadi kandidat calon wakil presiden mendampingi Manuel Roxas II pada pemilu 2010. Namun mereka bertukar tempat setelah terjadi kegaduhan atas meninggalnya Cory Aquino pada September 2009.
Pria yang akrab dipanggil Noynoy ini menjabat sebagai presiden dari 2010 hingga 2016. Ia dikenang atas keberhasilannya memerangi korupsi, menstabilkan ekonomi negara yang goyah, dan mendorong undang-undang hak reproduksi yang meningkatkan aksesibilitas kontrasepsi bagi orang miskin.
Editor: Eggi Paksha










