Demi Kerja, Korban Banjir Terjang Ketinggian Air 200 Cm

Reporter: Christhoper N. Raja

TVRINews, Jakarta


Sampai saat ini, Minggu (21/2/2021), air masih menggenangi wilayah Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur. Petugas gabungan dari Basarnas dan Sudin Damkar Jakarta Timur terus mengupayakan agar bencana banjir ini cepat berakhir.

Haris (26), salah satu warga RW 04 Cipinang Melayu, menceritakan apa yang dialaminya selama terdampak banjir. 

“Dari Kamis (18/2/2021) malam sudah hujan, sudah mulai ada genangan. Pas Jumat (19/2/2021) subuh hujannya gede, air langsung meluap. Begitu pagi, petugas dan bantuan langsung datang. Malamnya banjir sudah surut, warga beres-beres dan balik lagi ke kediamannya masing-masing,” ujarnya, Minggu (21/2/2021).

Hal tak terduga terjadi.Tak lama surut, warga kebanjiran lagi untuk kedua kalinya. 

“Ternyata pas hari Sabtu (20/2/2021) sekitar jam 1 an hujan deras sekali, begitu jam 2- an langsung banjir lagi, cepet banget langsung tinggi lagi,” kata Haris.

"Sempat terjebak di rumah di lantai dua tidak bisa kemana-mana, mau keluar juga takut listrik konslet lantai satu abis ketutup air, jadi serba salah,”sambung Haris. 

Karena harus bekerja, Haris pun  menerjang banjir.

"Akhirnya saya maksain keluar karena ada tuntutan pekerjaan. Air saat itu tingginya 200 centimeter. Sampai sekarang saya masih belum pulang, masih menetap di Posko yang disediakan petugas, saya sementara tidur di Masjid Universitas Borobudur, "terangnya.

Haris dan warga lainnya berharap  banjir cepat berlalu. Sementara petugas gabungan terus melakukan penyedotan air. 

“Sekarang udah mulai surut air udah pada disedot pompa sama petugas, mudah-mudahan nanti sore udah nggak ada air lagi, jadi bisa beberes, soalnya mesti kerja lagi besok,”ujar Haris. 

 

Editor: Dadan Hardian

Daerah