Duta TBC Indonesia Ingatkan Pentingnya Peran Posyandu

Duta TBC Indonesia, Tirta Mandira Hudhi. (foto istimewa)

Reporter: Christhoper N. Raja

TVRINews, Jakarta

Covid-19 telah menyita banyak energi masyarakat. Salah satu akibatnya adalah dilupakannya penyakit tuberkulosis (TBC) selama pandemi Covid-19 berlangsung. Peran pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga mulai tersingkirkan. Padahal puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal ini diungkapkan Duta TBC Indonesia, Tirta Mandira Hudhi. “TBC selama pandemi ini dilupakan. Kenapa dilupakan? Kita tahu sama tahu, Indonesia selalu heboh (bila ada hal baru). Seandainya kita mengajarkan penyakit infeksius sejak zaman dulu, mungkin kita (masyarakat) tidak akan seheboh ini,” kata Tirta dalam gelar wicara virtual yang diadakan Kementerian Kesehatan, Kamis (25/3/2021).

Selain itu, masyarakat mulai melupakan pos pelayanan terpadu (posyandu). Padahal, pada Mei 2020, Presiden Joko Widodo mengingatkan, jangan lupakan posyandu.

Setidaknya ada tiga peran penting posyandu dalam melayani masyarakat. Pertama, terkait dengan pencegahan penyakit infeksius, seperti polio, tuberkulosis, dan Covid-19.

“Kedua, pencegahan stunting. Kalau dibiarkan gara-gara pandemi, bisa mencapai 20 persen, bahaya itu. Ketiga, pembasmian hoaks lewat posyandu. Jembatan posyandu dengan masyarakat bisa teratasi bila ada aplikasi SOBAT TB," ujarnya.

Stunting menunjukkan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak.

Adapun SOBAT TB dan EMPATI Client adalah aplikasi gagasan KNCV Tuberculosis Foundation Indonesia dan Kementerian Kesehatan. Aplikasi untuk penanggulangan TBC ini berjalan meski di tengah situasi pandemi.

Tirta melanjutkan, TBC bisa menyerang siapa saja, termasuk dokter. Mereka bisa tertular dari pasien. Selain itu, masih banyak orang yang tidak menyadari dirinya terkena TBC hingga batuk yang dideritanya mengandung darah, dan bisa jadi pada saat dia batuk-batuk, dokternya tertular.

Seiring dengan dampak pandemi Covid-19, kunjungan pasien ke puskesmas jadi menurun. Akibatnya, edukasi mengenai penyakit juga ikut menurun. Dengan diluncurkannya aplikasi SOBAT TB dan EMPATI Client ini, diharapkan terdapat jembatan antara masyarakat dan petugas medis.

Editor: Eggi Paksha/Agus S. Riyanto

Daerah