TVRINews – Jeddah
Otoritas Arab Saudi Distribusikan Jutaan Kubik Air Guna Penuhi Puncak Kebutuhan Haji
Tradisi menyajikan air Zamzam kepada para jemaah haji merupakan salah satu profesi tertua yang terikat erat dengan Dua Masjid Suci. Praktik yang telah berlangsung selama ribuan tahun ini berakar sejak penemuan kembali Sumur Zamzam oleh Abdul-Muttalib bin Hashim, kakek dari Nabi Muhammad.
Merujuk laporan kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) Rabu 27 Mei 2026, tanggung jawab merawat sumur dan melayani peziarah tersebut kemudian diwariskan kepada putranya, Al-Abbas. Mandat sejarah ini menetapkan sebuah standar pelayanan yang menjadi inti dari pengalaman ibadah Haji dan Umrah selama berabad-abad.
Secara historis, distribusi air Zamzam dilakukan oleh para pembawa air khusus yang menyusuri Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Pada masa lampau, air disimpan dalam tempayan tanah liat besar yang kerap diberi wewangian mustaki serta air mawar Taif guna menjaga kesegaran sekaligus memberikan aroma khas.
Para petugas bergerak di antara pelataran masjid membawa wadah portabel, membagikan air langsung ke tangan para jemaah, hingga mengantarkannya ke akomodasi peziarah di seluruh kota suci.
Modernisasi Regulasi dan Teknologi
Seiring melonjaknya jumlah jemaah, sistem pelayanan ini bertransformasi menjadi lebih terorganisasi. Data dari Yayasan Riset dan Arsip Raja Abdulaziz mencatat bahwa Pemerintah Arab Saudi mulai meregulasi distribusi Zamzam secara formal di bawah manajemen haji pada tahun 1926, di masa pemerintahan Raja Abdulaziz.
"Raja Abdulaziz juga menginstruksikan pembangunan fasilitas pancuran air Zamzam umum, atau sabeel, di sekitar Masjidil Haram untuk mempermudah akses bagi para jemaah," tulis laporan SPA.
Langkah visioner tersebut diteruskan oleh para penguasa Saudi berikutnya melalui ekspansi dan modernisasi sistem. Pada era Raja Abdullah, diluncurkan Proyek Air Zamzam Raja Abdullah yang mengintegrasikan teknologi pemurnian, pembotolan, dan transportasi tingkat lanjut.
Fasilitas ini ditopang oleh sistem pemantauan otomatis, ruang sterilisasi, serta jaringan pipa baja tahan karat sepanjang sekira empat kilometer.
Kini, distribusi air Zamzam berhasil memadukan nilai tradisi Islam yang mengakar kuat dengan kecanggihan infrastruktur modern. Pabrik pembotolan otomatis memproduksi jutaan botol setiap tahunnya, sementara sistem pemantauan digital menjamin kualitas, keamanan, dan efisiensi pengiriman air demi memastikan jemaah dapat mengaksesnya dengan mudah di sepanjang perjalanan spiritual mereka.
Menjawab Lonjakan Permintaan Haji
Memasuki fase puncak ibadah, kesiapan infrastruktur diuji secara masif. Otoritas Air Arab Saudi (Saudi Water Authority) mengumumkan bahwa lebih dari 6,4 juta meter kubik air telah didistribusikan di Makkah dan tempat-tempat suci sejak tanggal 1 hingga 8 Zulhijah, sebagai bagian dari rencana operasional musim haji tahun ini.
Lonjakan volume distribusi secara signifikan tercatat pada Hari Tarwiyah, di mana pasokan air yang disalurkan mencapai lebih dari 883.640 meter kubik. Angka ini bertepatan dengan pergerakan massal jemaah menuju situs-situs suci, sekaligus merefleksikan kesiapan sektor publik dalam mengelola fase puncak secara efisien.
Guna menjamin keamanan konsumsi, tim teknis dan laboratorium otoritas terkait telah melakukan 4.625 uji klinis pada Hari Tarwiyah di berbagai lokasi. Pengujian ketat ini dilakukan demi memastikan kualitas air tetap memenuhi standar kesehatan tertinggi.
Sektor pengelolaan air setempat menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan rencana operasional melalui koordinasi lintas instansi. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan pasokan dan keberlanjutan layanan tanpa putus di Makkah serta seluruh tempat suci, sehingga para jemaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan tenang.










