TVRINews, Jakarta
Ganda Putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin terus melanjutkan kejutan mereka di Indonesia Open 2026.
Pasangan muda Indonesia itu sukses menyingkirkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dua gim langsung 21-14, 21-14 pada babak 16 besar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Bermain di hadapan publik sendiri, Raymond/Joaquin tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Dukungan ribuan penonton di Istora menjadi suntikan semangat yang membantu mereka mengendalikan jalannya laga melawan mantan pasangan nomor satu dunia tersebut.
“Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar dan tidak ada cedera. Menurut saya hari ini benar-benar luar biasa. Yang paling terasa buat saya itu dari crowd-nya. Dari kemarin saja menurut saya sudah ramai, tapi hari ini makin ramai lagi. Itu membuat saya dan Raymond makin berambisi lagi permainannya,” ujar Joaquin kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Kamis, 4 Juni 2026.
Raymond juga merasakan hal yang sama. Kehadiran keluarga, orang tua, serta para suporter membuatnya semakin nyaman bertanding di Istora.
“Pastinya nyaman banget main di sini. Banyak suporter, banyak pendukung, orang tua juga menonton, keluarga juga datang. Nyaman banget,” kata Raymond.
Kemenangan ini terasa semakin emosional bagi Joaquin. Sehari sebelum pertandingan, ia mendapat kabar duka bahwa sang kakek meninggal dunia.
Joaquin mengaku sempat terpukul karena kakeknya merupakan sosok yang selalu mengikuti perjalanan kariernya di bulu tangkis.
“Beliau meninggal hari Selasa. Pas Rabu saya mau main, mama telepon dan kasih tahu berita itu. Pastinya sedih banget karena eyang saya itu selalu nonton pertandingan saya, tidak pernah miss satu pun,” ucap Joaquin.
Namun, ia berusaha mengubah kesedihan tersebut menjadi motivasi di lapangan.
“Saya mencoba berpikir untuk bermain buat eyang saya karena dia juga sudah kasih pesan buat saya sebelum Indonesia Open ini. Jadi saya main dan memberikan permainan ini untuk eyang saya,” tutur Joaquin.
Menghadapi Aaron/Soh yang lebih berpengalaman, Raymond mengaku tidak menyangka bisa menang dengan skor cukup meyakinkan.
Menurutnya, kunci kemenangan adalah menjaga fokus dari satu poin ke poin berikutnya tanpa memikirkan hasil akhir.
“Jujur tidak menyangka bisa menang dua gim langsung karena mereka pemain yang sangat berpengalaman, pernah ranking satu dunia juga. Strateginya cuma fokus satu poin demi satu poin saja,” kata Raymond.
Hasil ini membawa Raymond/Joaquin melangkah ke perempat final. Mereka selanjutnya akan menghadapi pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang sebelumnya menyingkirkan Rahmat Hidayat Yusron/Muhammad Rian Ardianto.
Meski sudah mengetahui calon lawan berikutnya, Raymond/Joaquin memilih untuk tidak terlalu memikirkan pertandingan tersebut lebih awal.
“Mereka pemain bagus, tipenya juga bagus. Tapi cara mengalahkannya nanti saja dipikirkan besok. Malam ini kami mau makan enak dulu, tidur nyenyak, baru besok pikirkan pertandingan,” ujar Joaquin.
Sementara, Raymond juga memastikan kondisi fisiknya semakin membaik setelah sempat mengalami cedera paha yang membuatnya absen dari beberapa turnamen.
“Kalau kondisi cedera sudah bagus. Dulu ada robekan di bagian paha, sekarang mungkin tinggal lima sampai sepuluh persen saja. Sudah terasa enak dan sudah tidak terlalu memikirkan sakitnya lagi,” tutur Raymond.










