Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Dirjen Pembangunan Desa Pantau Penyaluran BLT Dana Desa di Kabupaten Sukabumi

Dirjen Pembangunan Desa Pantau Penyaluran BLT Dana Desa di Kabupaten Sukabumi
Dirjen Pembangunan Desa Pantau Penyaluran BLT Dana Desa di Kabupaten Sukabumi

Penulis: Naufal Lanten

TVRINews, Sukabumi 

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Sugito bersama Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan, Muhammad Fachri memantau penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021). 

Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan penyaluran BLT Dana Desa tepat sasaran dan dilaksanakan secara obyektif berdasarkan data Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM) yang ada. 

Dirjen Sugito menjelaskan, BLT Dana Desa dilaksanakan untuk membantu ekonomi dan sosial yang terjadi pada masyarakat miskin yang terdampak Pandemi Covid-19. Penerima manfaat juga merupakan hasil musyawarah pemerintah bersama masyarakat desa sehingga dapat tepat sasaran. 

"BLT ini menurut saya penyerahannya paling obyektif karena masyarakat desa sendiri yang menentukan, memusyawarahkan bersama dan mengambil keputusan. Ketika musyawarah mereka melihat apakah warga ini layak atau tidak. Kan masyarakat tahu secara faktual," kata Sugito. 

Menurutnya, penyaluran BLT Dana Desa
di Sukabumi sudah berjalan baik meski baru memasuki bulan kelima. Adapun penyalurannya sudah di atas 51 persen dan angka ini telah melebihi rata rata nasional. 

BLT Dana Desa dianggarkan hingga Desember 2021 untuk menopang kebutuhan ekonomi masyarakat miskin yang terdampak pandemi. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya. 

Disela sela pemantauan tersebut, Dirjen PDP menyerahkan BLT DD secara simbolis di Desa Cisarua, Desa Nagrak Utara, dan Desa Nagrak Selatan Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi. 

Penyerahan BLTDD secara simbolik dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat yaitu pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki ruangan, disediakannya hand sanitizer, menjaga jarak, menggunakan masker medis, dan jumlah peserta maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.