Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Polres Rejang Lebong Gagalkan Peredaran 1,25Kg Sabu

Polres Rejang Lebong Gagalkan Peredaran 1,25Kg Sabu
Polres Rejang Lebong Gagalkan Peredaran 1,25 Kg Sabu

Penulis: Najmi Manar

TVRINews, Bengkulu

 

Pada Senin (3/1/2022 ) sekira pukul 14.00 WIB, tim Satres Narkoba Polres Rejang Lebong melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang yang diduga milik bandar besar narkoba berinisial Ta (32).

Dari penggerebekan itu polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,25 kilogram yang dikemas dalam bentuk 8 paket besar dan 22 paket sedang.

Polisi juga mengamankan istri tersangka berinisial FF (29) yang diduga turut berperan dan menikmati hasil dari bisnis haram tersebut.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno melalui Kasat Narkoba Iptu Susilo menerangkan, penggerebekan bermula dari informasi masyarakat yang menyebut adanya dugaan transaksi narkoba di Desa Simpang Beliti. Informasi berharga itu langsung ditindaklanjuti dengan memerintahkan anggota Satnarkoba untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi yang dimaksud.

Dan setelah memastikan keberadaan tersangka, pihaknya langsung bergerak mnelakukan penggerebekan.

"Dalam penggerebekan tersebut kita di backup oleh personel Sat Intelkam dan jajaran Polsek Sindang Kelingi. Sayangnya tersangka Ta yang kita tergetkan berhasil melarikan diri. Namun kita berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dalam jumlah yang cukup banyak, 1 kilogram lebih. Kita juga mengamankan istri tersangka yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah itu," terangnya.

Susilo menyebut, selain barang bukti berupa narkoba, dari lokasi penggerebekan pihaknya juga menyita barang bukti lain berupa timbangan digital, uang tunai sebesar Rp18.740.000, serta perhiasan emas berupa kalung, cincin dan anting-anting yang diduga merupakan hasil dari penjualan narkoba.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan di Rutan Polres Rejang Lebong guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan untuk tersangka Ta sudah kita masukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," jelas Susilo.

Ditambahkannya, dalam perkara ini tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.