Trending

  • Senin, 3 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Batik Tulis Kulit Jengkol dari Bandar Lampung

Penulis : Yuntardi

TVRINews, Bandar Lampung

 

Banyak orang membuang kulit jengkol karena dianggap hanya akan menjadi sampah. Namun, di tangan Sulastri, salah seorang pengrajin, kulit jengkol memiliki nilai ekonomis. 

Berkat informasi dari media sosial, tahun 2019, Sulastri mulai memafatkan kulit jengkol menjadi batik tulis, yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Sulastri mengumpulkan kulit jengkol dari tetangganya. Kulit jengkol kemudian dicuci, direbus, serta disaring dan dimasukan ke dalam panci. Sementara air bekas rebusan kulit jengkol dijadikan pewarna alami, sebagai bahan dasar tambahan pada kain batik.

Diakui Sulastri, memproduksi kain batik tulis kulit jengkol ini dimulai saat awal merebaknya pandemi Covid-19. Namun, berkat ketekunanya, meski di tengah pandemi usaha batiknya justru mengalami peningkatan. 

Saat ini, Sulastri bisa mempekerjakan 15 pembatik, yang merupakan warga sekitar. Untuk memasarkan hasil karyanya, Sulastri memanfaatkan media online.

Selain batik jengkol, Sulastri juga menyediakan batik tulis yang terbuat dari bahan lainnya atau kimiawi. Dalam sebulan, pesanan mencapai 25-30 lembar kain batik dengan harga jual diatas Rp1 juta per lembar kain.

 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.