Trending

  • Rabu, 1 Desember 2021

Nasional

  • 0 Komentar

Luhut: Pemerintah Mempercepat Target Nol Emisi Karbon

Luhut: Pemerintah Mempercepat Target Nol Emisi Karbon
Luhut: Pemerintah Mempercepat Target Nol Emisi Karbon

Penulis: Agus S.Riyanto

TVRINews, Jakarta

Pemerintah akan mempercepat target nol emisi karbon atau net zero emission, yang semula diharapkan tercapai pada 2060. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan bauran energi baru terbarukan atau EBT.

“Kita tidak terlalu lama lagi akan meninggalkan energi fosil dan akan masuk ke EBT untuk menghindari pemanasan bumi. Target ini kita dorong sehingga sebisa mungkin lebih cepat dari target 2060,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual Grab Langkah Hijau, Kamis (22/4/2021).

Saat ini, pemanfaatan bauran EBT baru mencapai 10,5 gigawatt atau 11,5 persen. Bauran EBT ditargetkan mencapai 23 persen atau 24 gigawatt pada 2025, kemudian naik menjadi 38 gigawatt pada 2035. 

Dalam upaya mencapai target nol emisi, pemerintah menjalin kerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan, seperti Grab Indonesia.

Perusahaan multi-aplikasi penyedia jasa pengantaran penumpang itu sudah memiliki beberapa program untuk mengampanyekan isu lingkungan hijau, seperti mengoperasikan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB.

Grab Indonesia mencatat jumlah kendaraan listrik yang beroperasi sudah mencapai 7.500 unit dan tersebar di seluruh wilayah operasi perusahaan.

Luhut berharap inisiasi Grab Indonesia diikuti perusahaan serupa. 

“Pemerintah menargetkan 2 juta unit KBLBB roda dua beroperasi pada 2025. Saya harap Grab dan penyedia transportasi lain bisa menjadi bagian dari percepatan ini,” ujar Luhut.

Termurah

Infrastruktur yang terkait dengan nol emisi karbon terus ditingkatkan. Bahkan pemerintah mengklaim biaya isi kendaraan listrik di Indonesia termasuk yang termurah di dunia. Biayanya cuma kalah murah dibanding Cina.

"Tarif isi daya kendaraan listrik di Indonesia lebih murah dibandingkan dengan berbagai negara lain di dunia," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dalam acara tersebut.

Saat ini, tarif isi daya listrik di Indonesia mulai Rp 1.644,5 sampai Rp 2.466,7 per kWh. “Dengan tarif semurah itu, bila dibandingkan dengan kendaraan konvensional, hemat lebih dari empat kali,“ ucap Arifin.

Pemerintah pun sudah menyiapkan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik. Hingga saat ini, sudah ada 122 unit stasiun pengisian listrik di 83 lokasi.

Pada 2025, akan dibangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum alias SPKLU sebanyak 3.860 unit dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum atau SPBKLU sebanyak 17 ribu unit.

Pemerintah juga menargetkan ada 39.627 kendaraan listrik yang digunakan masyarakat.

 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.