Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Kisah Pramugari Kapal, Relakan Waktu Libur untuk Layani Pemudik

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Cilegon

Dibalik padatnya pemudik yang hendak bertemu keluarga di kampung halaman, terdapat mereka yang rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk melayani masyarakat agar mudik aman dan nyaman.

Mereka mulai dari nahkoda, perwira, pramugari, dan pekerja lainnya yang berada di dalam kapal ferry. Belum lagi, porter dan petugas pelabuhan, serta polisi yang berkutat mengatur arus lalu lintas agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan. Selama berhari-hari mereka harus hadir di lapangan untuk melayani dan rela meninggalkan keluarga.

Satu dari sekian banyak yang merelakan dirinya, yakni Novira Hosiana. Wanita berusia 20 tahun asal Kalimantan Timur ini memutuskan untuk mengabdi sebagai pramugari kapal ferry sejak tahun 2020 lalu.

Kurang lebih hampir dua tahun, ia jalani profesi ini setelah menempuh pendidikan di DI Yogyakarta selama kurang lebih satu tahun termasuk dengan on job training (OJT). 

Novira diberikan tanggung jawab untuk memberikan kenyamanan, keamanan pengguna jasa, tidak kapok atau menyesal. 

“Kalau saya sendiri jauh asalnya, saya jarang ketemu orang tua bisa setahun sekali, tapi senangnya di pekerjaan ini saya bisa punya banyak koneksi, kenalan, dan tentunya saya merasa dapat mempelajari banyak orang,” kata Novira saat menceritakan suka dukanya sebagai pramugari kapal KMP Portlink 3 saat berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan pembagian shift dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) institusi tempat Novira bekerja, ia harus melayani pengguna jasa minimal 10 jam dalam satu hari atau setara dua kali perjalanan pulang pergi Pelabuhan Merak - Bakauheni.

Mengingat antusias masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, maka ASDP membutuhkan banyak SDM di atas kapal. Meski sudah mendapatkan jadwal libur, namun mereka harus merelakan waktunya untuk saling membantu satu sama lain. 

“Kebetulan sekarang lagi Lebaran, kalau hari-hari biasa apalagi weekend muatan ramai, hari biasa kurang. Kebetulan karena lagi Lebaran arus mudik, pengguna jasa banyak yang ingin Lebaran, jadi ramai selama 24 jam,” tutur Novira.

“Sebenarnya sudah ada libur, cuman yang libur ini dibuat untuk membantu pramugari lainnya, awalnya dua per kapal, sekarang dibuat jadi tiga per kapal untuk memaksimalkan pelayanan,” ujar Novira.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.