Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kepala Dinas Pertanian Tindak Tegas PPL yang Suka Tinggalkan Desa

Kepala Dinas Pertanian Tindak Tegas PPL yang Suka Tinggalkan Desa
Kepala Dinas Pertanian Tindak Tegas PPL yang Suka Tinggalkan Desa

Penulis : Tomy Mirulewan

TVRINews, Kupang NTT

Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menindak tegas setiap petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang disinyalir suka meninggalkan tugas tanpa alasan yang jelas. Tindakan tegas yang dapat diberikan adalah sanksi administrasi hingga mutasi tugas ke daerah lain.

"Kita memang sudah berikan teguran keras bagi para penyuluh yang suka meninggalkan tugas di desa jika ada laporan dari masyarakat terkait PPL yang selalu tidak berada di desa", jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, P. Siallagan.

Dari hasil laporan yang diterima saat kunjungan ke desa pada beberapa waktu lalu ditemukan adanya laporan warga terkait PPL yang selalu meninggalkan tugas di desa saat dibutuhkan masyarakat.

"Dari laporan warga ke kita saat kunjungan kerja seperti di Amfoang memang ada PPL yang suka tinggalkan tugas dan laporan itu sudah kita tindaklanjuti ke petugas yang bersangkutan bahkan sudah ada teguran sehingga kalau masih bandel maka bisa diberikan sanksi tegas." Pungkasnya.

Diakuinya, memang saat ini jumlah tenaga PPL di Kabupaten Kupang sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah Desa dan lahan yang ada di Kabupaten Kupang. "Kita memang harus jujur bahwa Tenaga PPL di Kabupaten Kupang ini masih sangat minim."

Hal ini tentu menjadi kendala besar bagi Dinas Pertanian dalam memantau dan menugaskan mereka ke lapangan. Meski demikian menurut Siallagan, pihaknya tidak dapat melindungi staf, khususnya PPL yang memang dengan sengaja meninggalkan tugas terutama pada saat musim tanam.

Sanksi sudah jelas dan diatur jadi kalau tidak dilaksanakan tugas akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sementara terkait persoalan pupuk yang masih menjadi salah satu persoalan bagi petani di wilayah kabupaten Kupang.

Menurut P. Siallagan, pihaknya tengah mencari solusi untuk menangani masalah pupuk. Masalah pupuk sebenarnya ada hanya saja Masalah distribusi di tingkat kelompok sehingga banyak yang kurang mendapat pupuk sesuai lahan, beber Siallagan.

Meski demikian pihaknya berjanji segera melakukan penataan sistem distribusi pupuk sehingga pada musim tanam ke dua tahun ini tidak terjadi masalah di lapangan.

Editor: Adullah Fikri


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.