Trending

  • Senin, 3 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kisruh Demokrat NTT, AHY Cs Dituding Khianati Demokrasi

Kisruh Demokrat NTT, AHY Cs Dituding Khianati Demokrasi
Kisruh Demokrat NTT, AHY Cs Dituding Khianati Demokrasi

Penulis : Nyongky Malelak 

TVRINews, Kupang

 

Pasca penetapan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Demokrat NTT, terjadi polemik di tubuh Partai Demokrat NTT,  khusus dari kelompok simpatisan Jefri Riwu Kore atau Jeriko.

Berbagai aksi dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan dan protes terhadap kebijakan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  yang dinilai menciderai demokrasi. 

Ketua Kaukus Kader dan Simpatisan Partai Demokrat, Stefanus Mira Mangi, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (1/3) menyampaikan bahwa, pelaksanaan Musda IV DPD Partai Demokrat NTT di Aula Palacio 3, Hotel Aston Kupang pada (15/10/2021), menyisakan konflik dan perpecahan di tingkat pengurus, kader dan simpatisan Partai Demokrat di Provinsi NTT. 

Kaukus Kader Partai Demokrat membeberkan sejumlah fakta terbaru tentang kejanggalan hasil Musda IV DPD Partai Demokrat NTT. Bahkan Stefanus menuding DPP Partai Demokrat telah melakukan pengkhianatan demokrasi.

Fakta-fakta tersebut secara gamblang disampaikan dan dibacakan wakil ketua DPD Partai Demokrat NTT demisioner, Jermias W. F. H. Therik . 

Menurut Kaukus Kader Demokrat NTT bahwa Leonardus Lelo tidak mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua DPD ke panitia. Namun dipaksa diloloskan sebagai calon oleh staf Kepala BPOKK DPP.

“Keputusan Tim 3 DPP Partai Demokrat dan Surat Keputusan yang menetapkan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat periode 2021-2026, adalah puncak pengkhianatan terhadap aspirasi pengurus yang telah ditetapkan dalam Forum Musda IV DPD Partai Demokrat NTT, Aspirasi kader dan simpatisan, AD/ART Hasil Kongres V Partai Demokrat dan peraturan Partai, serta prinsip-prinsip Demokrasi karena telah mengabaikan dan melanggar Hasil penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat NTT periode 2021 – 2026, dan telah di sahkan melalui Keputusan Pleno III,” kata Jermias.

Lebih lanjut Jeremias membeberkan bahwa DPD Partai Demokrat sesungguhnya telah dimenangkan oleh Jeriko. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemanggilan untuk menghadap ke DPP oleh Sekjen  Teuku Riefky Harsya. 

"Salah satu hal yang dibahas adalah meminta Jeriko untuk bersedia memberikan jabatan Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT kepada Leonardus Lelo," ujarnya. 

Atas dasar fakta-fakta tersebut, berikut beberapa poin sekaligus menjadi pernyataan sikap dari kader, pengurus demisioner dan simpatisan Partai Demokrat di Nusa Tenggara Timur:

  1. Menyesalkan sikap diam Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan kepala BPOKK DPP Partai Demokrat terhadap aspirasi kader dan simpatisan Partai Demokrat NTT yang merasa keberatan dan mempertanyakan keputusan DPP Partai Demokrat yang dinilai bertentangan dengan proses dan hasil Musda IV DPD Partai Demokrat NTT.
  2. Menyesalkan sikap DPP Partai Demokrat dan Ketua DPD Partai Demokrat NTT terpilih yang telah mempolisikan SIMPATISAN JERIKO yang adalah juga kader dan simpatisan Partai Demokrat NTT yang melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari hak dijamin oleh Peraturan Perundang-Undangan.
  3. Aksi SIMPATISAN JERIKO yang adalah juga kader dan simpatisan Partai Demokrat NTT yang melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum harus dilihat sebagai bentuk kecintaan dan kontrol dari kader dan simpatisan terhadap partai yang turut mereka besarkan.
  4. MENDESAK Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono, bersama Sekretaris Jenderal, Teuku Riefky Harsya dan Kepala BPOKK DPP, Herman Khaeron agar datang ke NTT dan bertatap muka dengan kami, guna :
  • Memberikan klarifikasi terhadap seluruh persoalan yang kami angkat dalam materi konferensi pers kami hari ini,
  • Menjelaskan Proses dan Hasil FIT AND PROPER TEST atas Calon Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2021 – 2026 yang dilakukan oleh Tim 3,
  • Menjelaskan secara terbuka alasan-alasan obyektif dan subyektif terkait Penetapan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2021 – 2026, termasuk dalam hal ini pengabaian terhadap jumlah dukungan suara dari para Calon Ketua DPD yang telah ditetapkan melalui forum Musda IV Partai Demokrat.

  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.