Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Dua Anak Muda Tantang Aksi Nyata Anggota Parlemen Dunia Atasi Perubahan Iklim di Forum IPU Ke-144

Penulis : Fera Belinda

TVRINews, Bali


Dua anak muda, Melati Wijsen dari Indonesia dan Sahar Albazar dari Mesir patut berbangga. Sebagai aktivis muda lingkungan, keduanya berkesempatan berbicara soal isu perubahan iklim di hadapan 115 delegasi parlemen dunia dalam forum First Plenary Sitting of the 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union yang berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Senin (21/3). 

Isu perubahan iklim menjadi tema besar pelaksanaan 144th Inter-Parliamentary Union (IPU) karena isu ini menjadi kekhawatiran semua negara jika tidak segera diatasi.

Berdiri di hadapan forum IPU ke-144, Melati yang tinggal di Bali sejak kecil menyatakan generasi muda sudah bosan dengan berbagai agenda penyelamatan bumi yang hanya sekadar kata-kata.

“Pemuda dari seluruh dunia, termasuk anggota parlemen yang hadir di sini, tahu perubahan iklim sudah ada. Dan kita tidak menunggu sampai tua untuk melakukan aksi,” ungkap Melati.

Melati mengaku sejak usia 12 tahun mengkampanyekan penghentian polusi plastik dan melakukan berbagai gerakan. Ini ia lakukan berawal karena tidak ingin Bali yang indah tercemar oleh polusi plastik. 

“Sekarang setelah hampir 10 tahun, hal itu sudah terealisasi. Kami mendengar kita harus take action, maka jangan lagi cuma berbicara. Kami tidak butuh lebih banyak lagi konferensi-konferensi,” tegasnya.

Melati mengungkap pemanasan global telah menyebabkan banyak bencana, seperti mencairnya es di kutub, hutan terbakar, dan masih banyak lagi. Perubahan iklim disebutnya  dapat membuat manusia kehilangan tempat tinggal, munculnya penyakit baru, termasuk pandemi, jika tidak ada aksi nyata.

“Perubahan iklim sudah ada dan sedang terjadi. Ini kenyataan buat kita. Banyak pemuda di dunia punya visi, ide, untuk membangun agar dunia menjadi lebih baik. Tapi kami membutuhkan contoh,” sebut Melati.

Perempuan 21 tahun itu pun meminta agar pemimpin dunia, termasuk dari kalangan parlemen, memberikan kebijakan serius terkait masalah perubahan iklim.

“Kita pemuda di sini serius mengenai perubahan. Kita sudah siap. Bagaimana dengan kalian?” tantang Melati ke para anggota parlemen negara-negara dunia di forum IPU.

Presiden Forum of Young Parliamentarians, Sahar Albazar dari Mesir, juga menyampaikan aspirasinya soal isu perubahan iklim.

Menurut Sahar, penggunaan emisi dan berbagai perilaku penyebab pemanasan global sudah ada sejak generasi muda saat ini lahir.

“Tapi kami yang akan merasakan dampaknya, kami yang akan memperbaiki kerusakan-kerusakannya,” urai Sahar.

Para pemuda di dunia disebut tak merasa puas dengan kebijakan-kebijakan pemimpin dalam mengatasi perubahan iklim. Untuk itu, Sahar mengajak seluruh generasi muda di dunia melakukan aksi.

“What can we do? Kita melakukan aksi sesuai Paris Agreement dan untuk sampai sana kami membutuhkan partisipasi lebih banyak lagi dari kalangan muda. Termasuk di parlemen-parlemen dunia agar kita lebih banyak didengar dan bisa berbicara,” ujarnya.

Di forum ini, sebuah pesan video dari mantan Sekjen PBB, Ban Ki-moon turut disampaikan. Ban Ki-moon menjadi tokoh yang selalu mendorong tindakan nyata di semua tingkatan untuk menanggulangi perubahan iklim.

Sekjen IPU Martin Chungong memuji aksi kedua anak muda tersebut. Menurutnya mempromosikan pemberdayaan pemuda menjadi salah satu agenda IPU. Para pemuda disebut harus diberi kesempatan untuk membawa perubahan pada dunia.

“Kita harus katakan yes untuk pemuda-pemuda di dalam parlemen,” kata Chungong.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.