Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Kasus Dugaan Penipuan Dengan Penjamin PLT Gubernur Bengkulu Kembali Diusut

Kasus Dugaan Penipuan Dengan Penjamin PLT Gubernur Bengkulu Kembali Diusut
Kasus Dugaan Penipuan Dengan Penjamin PLT. Gubernur Bengkulu Kembali Diusut

Penulis: Jusarman

TVRINews, Bengkulu

 

Kasus dugaan penipuan dengan tersangka H-R mantan kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Seluma dengan korban Kadis PU kabupaten Kepahiang kembali diusut. Sebelumnya kasus ini sempat terhenti lantaran tersangka dijamin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu pada tahun 2018 lalu.

Direktur Releskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif saat dikonfirmasi, mengatakan, kembali diusutnya kasus ini lantaran pihak kejaksaan mengeluarkan P19 untuk memeriksa kembali saksi-saksi dalam kasus tersebut.

“Kita telah berkoordinasi dengan kejaksaan, karena kejaksaan mengeluarkan P19. Petunjuknya untuk memeriksa saksi yang belum diperiksa oleh kita dan kita belum mendapatkan keterangan saksi tersebut,” ungkap Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Ia juga mengatakan, terhadap mantan Kadis PU Seluma saat itu telah ditetapkan tersangka oleh pihak Polda Bengkulu atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugisn mencapai Rp1 miliar. Namun tersangka H-E tidak dilakukan penahanan karena mendapat jaminan oleh Plt Gubernur Bengkulu pada tahun 2018 lalu.

Di mana dalam kasus ini, Plt Gubernur melakukan penjamin penangguhan penahanan terhadap tersangka atas dasar Yudisial Review ASN dan pemerintahan.

“Saya menekankan kepada penjamin dan yang dijamin agar mematuhi peraturan sampai saat ini orang yang dijamin tidak kooperatif, yaitu tidak wajib lapor,” terang Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Diketahui kasus penipuan yang melibatkan mantan Kadis PU Seluma ini terkait investasi bisnis jual beli telepon seluler yang mengakibatkan korban mengalami kerugian hingga Rp1 milliar lebih. 

Pada tahun 2018 lalu Polda Bengkulu telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Kadis PU Seluma inisial HR dan AD yang kala itu ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Seharusnya tersangka HR sudah ditahan penyidik, namun lantaran dijamin oleh Plt Gubernur  yang saat itu dijabat oleh R-M.

Sebelumnya Surat dengan nomor: 182/744/B.2/2018 per-tanggal 29 Oktober 2018 yang ditujukan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu menyatakan jaminan HR karena sedang melaksanakan tugas pemerintah dalam hal Judisial Review ke Mahkamah Konstitusi.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.