Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Metro

  • 0 Komentar

Biaya Bidding Naik Rp7 Miliar, Koni Gorontalo-Sulteng Minta Tunda Pendaftaran PON 2028

Biaya Bidding Naik Rp7 Miliar, Koni Gorontalo-Sulteng Minta Tunda Pendaftaran PON 2028
Biaya Bidding Naik Rp7 Miliar, Koni Gorontalo-Sulteng Minta Tunda Pendaftaran PON 2028

Penulis: Ferdy Sanggor

TVRINews, Gorontalo 
Calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 tahun 2028, Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah meminta KONI Pusat menunda jadwal pendaftaran calon tuan rumah ajang olahraga multi event terbesar di Tanah Air. 

Pasalnya, berdasarkan surat Ketua Umum KONI Pusat No.106 tertanggal 2 Februari 2022 tentang persyaratan pencalonan tuan rumah PON ke-22 tahun 2028, untuk menjadi calon tuan rumah PON  harus menyertakan uang jaminan dan pendaftaran senilai Rp7 miliar.

Ketua KONI Gorontalo Fikram Salilama mengatakan, sebelumnya melalui surat KONI Pusat No.856L8 tertanggal 1 September 2021, menyebutkan bagi calon tuan rumah PON diwajibkan membayar uang pendaftaran sebesar Rp1 miliar serta menyerahkan uang jaminan Rp5 miliar.

“Sehingga total keseluruhan dana yang disiapkan daerah pelaksana PON hanya berjumlah Rp6 miliar, dan sebelumnya telah disepakati oleh kedua daerah yakni Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah,” kata Fikram Salilama kepada TVRINews.com, Senin (11/7/2022).

Lebih lanjut, Fikram menjelaskan dengan membengkaknya biaya pendaftaran dan uang jaminan ini akan menjadi persoalan baru. Sebelumnya, baik Gorontalo maupun Sulawesi Tengah telah menganggarkan dalam APBD tahun 2022. 

“Dengan adanya kenaikan uang jaminan dan pendaftaran calon tuan rumah PON, maka pihak KONI perlu merembukkan kembali hal ini dengan Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Fikram berharap hal ini mendapat persetujuan, sehingga akan dibahas kembali pada APBD perubahan pada bulan Agustus tahun 2022 mendatang.

Untuk itu, KONI Gorontalo dan KONI Sulawesi Tengah sepakat melayangkan surat permohonan kepada KONI Pusat, guna meminta penundaan waktu pendaftaran hingga Desember 2022 mendatang, dengan pertimbangan pencairan anggaran perubahan Pemerintah Daerah dilakukan pada triwulan keempat.

“Bila  surat KONI Gorontalo dan KONI Sulawesi Tengah direspon  oleh KONI Pusat, maka tidak menutup kemungkinan akan ada dua gabungan Provinsi yang akan bertarung di acara bidding yakni selain Provinsi NTB-NTT yang juga sebelumnya telah menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah PON 2028,” tutur Fikram.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.