Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Metro

  • 0 Komentar

Pemkab Bengkulu Tengah Disomasi Korban Lakalantas

Penulis: Jusarman
TVRINews, Bengkulu

Kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di jalan lintas Kabupaten Seluma, yang mengakibatkan satu dari empat penumpang mini bus meninggal dunia beberapa waktu lalu berbuntut panjang. 

Pasalnya pihak keluarga korban melayangkan somasi terhadap Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, dalam hal ini bupati dan juga dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Bengkulu Tengah terkait adanya dugaan  kejanggalan kecelakaan yang dialami oleh Tengku Rudi Harriudin (40) sampai meninggal dunia. 

Kuasa hukum keluarga korban, Ana Tasia Pase mengatakan somasi yang dilayangkan pihak keluarga ini didasari oleh ketidakwajaran informasi dari pihak berwajib.

"Kecelakaan itu terjadi ketika korban dan rekan-rekanya pulang dari perjalanan dinas dari Jakarta ke Bengkulu," kata Ana.

Posisi korban saat insiden kecelakaan terjadi tidak mengalami luka dibagian muka. Bahkan pasca kecelakaan tersebut masih bisa duduk dan sadar.

"Saat itu juga setelah dicek oleh pihak keluarga, luka pada almarhum hanya ada dibagian dada atau memar. Akan tetapi fakta dilapangan di airbag ada darah. Sekarang spekulasi yang berkembang korban Rudi disebut sebagai pengemudi daripada mobil yang mengalami kecelakaan tunggal," kata Ana Tasia Pase.

Tidak hanya itu, sejumlah barang milik almarhum dikabarkan belum juga diserahkan ke pihak keluarga. 

"Informasi yang berkembang, sejumlah barang milik almarhum dijadikan jaminan untuk pencairan asuransi mobil yang mengalami rusak saat kecelakaan dan perjalanan dinas dilakukan selama 4 hari. Faktanya, perjalanan dinas tersebut hanya berlangsung selama 2 hari," ucap Ana.

Pihak keluarga meminta agar pihak Pemkab Benteng dan instansi terkait dapat mengungkap kasus kecelakaan tunggal tersebut dan mencari tahu siapa yang mengemudi mobil tersebut hingga mengalami kecelakaan.

Selain itu, pihak keluarga korban juga meminta aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini agar terang dan benderang. Sehingga tidak ada hal yang ditutup-tutupi.

"Kami minta pihak terkait meliputi bupati, kadis dan pihak terkait untuk mengungkap kasus ini secara terang. Siapa yang mengendarai mobil tersebut dengan posisi airbag berdarah, sedangkan almarhum tidak mengalami luka. Kami tidak ingin almarhum menjadi korban yang disalahkan karena mengemudi, soalnya masih ada korban yang masih kritis," tutur Ana Tasia Pase. 

Diketahui kecelakaan tunggal tejadi pada 27 Agustus 2022 dini hari. Mobil yang dikendarai berjenis Toyota Avanza dengan nopol B 2018 TKU dengan jumlah penumpang sebanyak 4 orang. 

Diantaranya, Tengku Harri Rudini (40) korban meninggal dunia, Liki Haryadi (38) luka ringan, Merry (54) luka ringan, dan Rendra (40) luka berat.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.