Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Hukum

  • 0 Komentar

Lukas Enembe Tak Kunjung Hadiri Pemeriksaan, KPK Duga Ada Provokator

Lukas Enembe Tak Kunjung Hadiri Pemeriksaan, KPK Duga Ada Provokator
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri

Penulis : Ridha Gemelli Sitompul 

TVRINews, Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga adanya pihak yang membangun opini, sehingga Gubernur Papua Lukas Enembe belum memenuhi panggilan pemeriksaan sampai saat ini. 

“KPK pun menyayangkan dugaan adanya pihak-pihak yang kemudian membangun opini agar saksi maupun tersangka menghindari pemeriksaan KPK,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (1/10/2022). 

Tak disebutkan siapa pihak yang dimaksud. Namun, mereka diduga meminta Lukas Enembe untuk tidak memenuhi panggilan KPK. 

Baca Juga: Wakil Ketua DPD Papua: Lukas Enembe Harus Berjiwa Besar Jangan Menghindari Hukum

Ali meminta kepada pihak tertentu untuk tidak menjadi provokator. Dan, siapapun pihak tersebut harus menghentikan narasi kriminalisasi ataupun politisasi terhadap Enembe. 

“Sehingga kami meminta kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak memperkeruh dan memprovokasi masyarakat dengan narasi-narasi adanya kriminalisasi maupun politisasi,” ujar Ali. 

Adapun, menurut Ali, KPK bekerja berdasarkan laporan pengaduan masyarakat. Ali memastikan, perkara Lukas Enembe murni proses penegakan hukum. 

“KPK menyampaikan bahwa setiap penanganan perkara yang dilakukan, termasuk di Papua ini adalah murni penegakkan hukum semata sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat ke KPK,” ucap Ali. 

Baca Juga: Komnas HAM Temui Lukas Enembe, Bahas Kondisi Kesehatan Hingga Masalah Hukum

Ali mengajak kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana agar tetap kondusif. Karena, hal itu juga berdampak terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat di Papua. 

“KPK mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif demi keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua,” tutur Ali.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.