Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Sambangi Jawa Tengah, Puan Maharani: Jangan Jeruk Makan Jeruk!

Sambangi Jawa Tengah, Puan Maharani: Jangan Jeruk Makan Jeruk!
Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengunjungi kantor DPC PDIP Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

 

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengunjungi kantor DPC PDIP Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan yang didampingi Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka tersebut, Puan sempat mengingatkan seluruh kader PDIP untuk selalu waspada terhadap bahaya Covid-19. Apalagi menuju Pemilu 2024, semua tetap sehat supaya mampu bertarung di medan politik.

“Harus ikut instruksi ketua umum. Saya petugas partai selalu ikuti instruksi ketua umum. Terus bergerak apalagi di masa pandemi ini,” kata Puan di DPC PDIP Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022).

“Dengan kekuasaan ini, kita mengatur bagaimana rakyat mendapat manfaat sehingga di tahun 2024 kita dipercaya lagi. Atur barisan segera saling koordinasi. Jangan jeruk makan jeruk,” sambungnya.

Lebih lanjut, Puan menegaskan seluruh struktural partai yang tidak bisa bekerja, maka akan mendapat evaluasi dari pusat. Ia pun memberi semangat untuk jajaran pengurus DPC PDIP Boyolali.

“Boyolali bagian Jawa Tengah. Jawa Tengah itu kandang banteng. Selalu jadi penentu suara kemenangan PDIP. 21 kepala daerah dari PDIP. Tolong Boyolali persiapkan diri bukan hanya untuk Boyolali tapi juga untuk Jawa Tengah dan nasional,” ujar Puan.

Tidak hanya itu, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu meminta seluruh barisan banteng untuk berfokus pada Pileg dan Pilpres 2024.

“Kita tunggu perintah ketua umum mau dibawa kemana 2024. Jangan ikut-ikutan ambil keputusan sendiri sendiri. Itu bikin sesat, bikin terpecah belah. Semua orang ingin kita terpecah belah dan kalah,” ungkapnya.

“Kerjakan tugas kalian sesuai kewenangannya. Jangan berhenti bergerak. Terus berjuang bersama rakyat,” tutur Puan.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.