Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Menteri PPA: Tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Herry Wirawan Sudah Sesuai Undang Undang

Menteri PPA: Tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Herry Wirawan Sudah Sesuai Undang Undang
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menilai tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Herry Wirawan, terdakwa kasus rudapaksa 13

Penulis: Doni Irwandy

TVRINews, Sumedang


Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menilai tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Herry Wirawan, terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati dengan hukuman mati dan kebiri kimia sudah sesuai dengan Undang-undang (UU) yang berlaku. 

"Tuntutan yang diberikan oleh pak Kajati sudah mengacu pada Undang-undang Perlindugan Anak Tahun 2014 yang diubah menjadi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016. Di sana sudah ada pengembangan pasal 81 yang dulunya ada 3 pasal dan sekarang ada pasal 5,"  kata I Gusti Ayu Bintang Darmawati didampingi Kajati Jabar Asep N. Mulyana dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir usai meresmikan Rumah Simpati Adhyaksa di Sumedang, Rabu (19/1/2022).

I Gusti Ayu Bintang menegaskan, tuntutan Kajati yang juga langsung menjadi Jaksa Penuntut Umum dalam kasus Herry Wirawan, sudah sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Hal itu agar memberikan efek jera kepada para pelaku predator seksual.

"Nah inikan salah satunya memberikan efek jera kepada pelaku, kami berharap kepada seluruh aparat penegak hukum dapat memberikan keadilan kepada korban, dan dapat memberikan kepentingan yang terbaik kepada korban serta memberikan efek jera kepada pelaku," tegasnya.

Terkait hal itu, Menteri PPPA mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kajati Jabar atas tuntutan yang telah dilayangkan kepada pelaku. 

"Tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, tapi juga  memberikan kepentingan yang terbaik kepada anak-anak dan juga anak korban," ucapnya.

I Gusti Ayu Bintang menambahkan, anak-anak yang menjadi korban dan anak-anak yang dilahirkan oleh korban akibat perbuatan pelaku, harus benar-benar menjadi perhatian bersama demi keberlangsungan hidupnya.

"Di antara korban ada anak-anak yang juga sudah punya bayi-bayi yang harus menjadi perhatian demi keberlangsungan hidupnya," tambahnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar