Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Bupati Lumajang Temui Tersangka Penendang Sesaji

Bupati Lumajang Temui Tersangka Penendang Sesaji
Bupati Lumajang Thoriqul Haq menemui Hadfana Firdaus, tersangka penendang sesaji di aliran lahar dingin Gunung Semeru

Penulis: Basri A

TVRINews, Lumajang

 

Bupati  Lumajang  Thoriqul Haq  menemui Hadfana Firdaus, tersangka penendang sesaji di aliran lahar dingin Gunung Semeru, Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang ramai viral di media sosial. 

Pertemuan itu berlangsung tertutup di ruang lobi Mapolres Lumajang, Sabtu, 22 Januari 2022.   

Didampingi Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Senon, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan bahwa pertemuan antara dirinya dengan tersangka Hadfana Firdaus berjalan aman. 

Sejumlah pertanyaan dari Bupati dijawab tersangka dengan lancar.  Mulai dari asal usul tersangka, latar belakang pendidikan, hingga tujuan tersangka melakukan aksi tersebut hingga videonya viral.

Bupati juga menjelaskan bahwa pihaknya berencana membentuk dewan kerukuran umat beragama untuk mencegah terjadinya paham-paham radikal ataupun aksi-aksi intoleran di Kabupaten Lumajang. 

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yakti Hananto Seno menegaskan  bahwa kasus ini ditangani Polres Lumajang sejak awal. Pihaknya juga memastikan segala bentuk permintaan maaf tidak ada mengurangi proses hukum yang sedang berjalan. 

Untuk diketahui, kasus ini muncul setelah sebuah video yang berisi tentang aksi intoleran viral di media sosial.  Aksi ini dilakukan tersangka Hadfana Firdaus di aliran lahar dingin Gunung Semeru, Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Tersangka dibekuk di Bantul, Yogjakarta setelah satu pekan dinyatakan buron.  Setelah sempat mendekam di Mapolda Jatim, tersangka akhirnya digelandang ke Mapolres Lumajang. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 45 ayat 2, juncto pasal 28 ayat 2, Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.  

Tersangka juga dijerat dengan pasal 156 huruf a, KUHP tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman komulatif 6 tahun penjara. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar