Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Rupiah Masih Berpotensi Menguat Meski Undervalue

Rupiah Masih Berpotensi Menguat Meski Undervalue
Rupiah Masih Berpotensi Menguat Meski Undervalue

Reporter: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengonfirmasi pertanyaan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait nilai tukar rupiah yang masih undervalue atau masih bergerak di bawah garis fundamentalnya.

Menurutnya, hal itu diakibatkan nilai inflasi serta defisit rendah dan kondisi perekonomian nasional bergerak ke arah positif berpotensi mendorong penguatan nilai tukar.

“Tentu saja ada potensi-potensi nilai tukar kita menguat. Namun juga ada ketidakpastian dan risiko tekanan nilai tukar dari sisi global,” kata Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (2/6/2021).

Ia menjelaskan tekanan rupiah  dipengaruhi ketidakpastian global, khususnya kenaikan yield US treasury sejak awal tahun akibat percepatan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat.

Bank Indonesia, sambung Perry, memprediksi nilai tukar rupiah pada 2022 berkisar antara Rp14.100 hingga Rp14.500. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, angka tersebut masih menguat dari tahun ini.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tahun ini 4,1 hingga 5,1 persen dan tahun depan di level 5 hingga 5,5 persen. Inflasi masih terkendali dengan 2 hingga 4 persen pada tahun ini dan 2022.


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.