Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Petani Oefafi Mulai Manfaatkan Irigasi Tasifa

Petani Oefafi Mulai Manfaatkan Irigasi Tasifa
Bendungan Tasifa kini mulai dimanfaatkan oleh warga terutama para petani yang menggarap lahan di persawahan di Desa Oefafi.

Penulis :Thomy Mirlewan

TVRINews, Kupang

 

Setelah selesai dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS-NT-2) Kupang, Bendungan Tasifa kini mulai dimanfaatkan oleh warga terutama para petani yang menggarap lahan di persawahan di Desa Oefafi.

Bendung yang rencananya akan mengairi sekitar seratus Hektar lebih itu dibangun dengan dana sekitar Rp. 26.7 milyar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.

 Saat ini bendungan itu fisiknya sudah mencapa seratus persen dan kini tinggal pekerjaan akhir, jika selesai maka segaera dilakukan Penyerahan Tahap awal (PHO).

“sebagai warga disini sangat bersyukur karena bendung yang rusak lama dan tidak dimanfaatkan itu kini sudah selesai di bangun dan segera kami pakai. Sebelumnya kami hanya bisa menanam satu kali saat musim hujan, namun dengan adanya bendung ini selesai, kami pasti tanam lebih dari satu kali.”ujar Alfred warga Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ditemui di Desa Oefaf Pada Rabu, (19/01/2022).

Menurut Alfred, kerusakan Bendung Tasifa telah lama terjadi dan tidak digunakan, akibatnya seratus hetar lahan persawahan di Wilayah itu tidak terolah dengan baik, bahkan warga hanya bisa mengandalkan sisa air irigasi dari bendungan Tilong.

“setiap musim hujan kami hanya bisa tanam hanya satu kali saja, soalnya air dari irigasi Tilong itu hanya sedikit, dengan adanya Bendung baru ini kami yakin bisa tanam minimal dua kali dalam setahun.”katanya.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen PPK Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Irigasi Nusa Tenggara Dua Nursyam Riyadi yang dikonfirmasi pada Rabu, (19/01/2022) terkait Pemanfaatan Bendung Tasifa menjelaskan, saat ini semua pekerjaan utama telah selesai dilakukan dan tinggal menunggu penyerahan awal dari pihak Proyek ke Balai Sungai.

“Pekerjaan semua sudah selesai dan tinggal menunggu penyerahan dari proyek ke Balai Sungai.”jelasnya.

Nursyam mengharapkan, semua pekerjaan secepatnya selesai agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air irigasi bagi Petani pada musim tanam tahun ini di wilayah itu.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.