Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Nadiem Bantah Sekolah Tatap Muka Sama Seperti Sebelum Pandemi

Nadiem Bantah Sekolah Tatap Muka Sama Seperti Sebelum Pandemi
Nadiem Bantah Sekolah Tatap Muka Sama Seperti Sebelum Pandemi

Reporter : Christhoper N.Raja

TVRINews, Jakarta 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membantah kembalinya sistem pembelajaran sekolah tatap muka akan sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Nadiem menegaskan bahwa sekolah tatap muka ini akan berlangsung secara terbatas.

“(Masih) ada beberapa orang di masyarakat yang mengira balik tatap muka itu seperti sekolah normal ini salah sekali, ini adalah suatu mispersepsi. Tatap muka terbatas namanya,” tegas Nadiem dalam dialog virtual, Kamis (1/4/2021).

Sekolah tatap muka terbatas  hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas. Sehingga dalam pelaksanaannya, sekolah perlu melakukan rotasi sebanyak dua atau tiga shift dalam sehari.

Kemudian, jarak antar bangku siswa di kelas berjarak 1,5 meter. Dalam dua bulan pertama, Nadiem menegaskan tidak boleh ada acara yang berpotensi menimbulkan kerumuman, seperti ekstrakurikuler dan makan bersama di kantin. Begitu kegiatan di sekolah berakhir, maka diminta seluruh siswa untuk langsung pulang dan tentunya memakai masker.

“Ini bukan sekolah biasa. ini sekolah yang tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang sangat berbeda. Jadinya untuk orang tua yang mungkin sedikit khawatir dengan adanya ini,” ujar Nadiem.

Selain itu, orang tua diperbolehkan untuk tidak mengirimkan anaknya ke sekolah dengan catatan tertentu, seperti mereka yang menyandang komorbid. Begitu pula, sekolah juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar sekolah.

Sementara terkait dana BOS (bantuan operasional sekolah) akan digunakan prioritas untuk sekolah harus untuk balik tatap muka. Sehingga, dana BOS tuh harus digunakan untuk persiapan belajar tatap muka dan semua sekolah harus melakukan itu.

“Tapi satu hal yang sangat penting kalau daerah itu sedang misalnya melalui PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di mana rate (nilai) infeksinya lagi naik. Pemda boleh menutup lagi sekolah di daerah mikronya, kelurahannya, kecamatannya. Ini untuk daerah yang mengalami peningkatan cepat,” jelas Nadiem.

 

Editor : Agus S. Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar