Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Warga Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara Heboh Dengan Kemunculan Seekor Harimau Sumatera

Warga Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara Heboh Dengan Kemunculan Seekor Harimau Sumatera
Ilustrasi Hariamu Sumatera

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Seekor Harimau Sumatera terlihat melintas dijalan raya penghubung antara Kabupaten Lebong dan Bengkulu Utara persisnya di Kawasan Hutan Bukit Resam yang pengelolaan kawasannya di bawah KPH Bukit Daun Dinas LHK Provinsi Bengkulu.

Kemunculan Harimau tersebut sempat diabadikan salah seorang pemilik kendaraan bermuatan beras yang melintas dari Lebong menuju Bengkulu Utara.

Peristiwa  tersebut berawal pada Senin (21/02/2022) sore. Dari rekaman kamera ponsel warga tersebut dan kemudian beredar di WhatsApp Tampak sang harimau sedang berjalan di badan jalan utama jalan lintas Lebong menuju Bengkulu Utara.

Kepala KPHL Bukit Daun dinas LHK Provinsi Bengkulu Yudi Riswanda membenarkan kemunculan harimau di Bukit Resam pertama kali terlihat pada hari Senin (21/2/2022 ) sore dan kemunculan ke dua Selasa (22/2/2022) sekitar jam 12 siang.

Tindakan selanjutnya atas kemunculan sang raja rimba tersebut pihak KPHl Bukit Daun melakukan patroli dan memberi informasi serta himbauan kepada masyarakat desa sekitar tentang keberadaan Harimau Sumatera yg ada di kawasan hutan yg sudah menjadi areal perkebunan masyarakat.

Masyarakat diminta jangan sendirian di kebun dan berhati-hati serta sedikit mengurangi aktifitas di kebun. Bila ada informasi keberadaan Harimau segera melapor ke pihak terkait.

"Bukit Resam merupakan habitat alami Harimau Sumatera yang saat ini semakin terancam oleh aktivitas perkebunan masyarakat dan jika Harimau itu muncul mendekati pemukiman atau desa, biasanya dikarenakan tempatnya  mencari makan terganggu oleh pembukaan lahan kawasan hutan di daerah tersebut." Ujar Yudi Riswanda, Kepala KPHL Bukit Daun Dinas LHK Provinsi Bengkulu.

Selain itu, Harimau tersebut masuk ke ladang dan pemukiman warga, juga dipengaruhi maraknya kegiatan perburuan melalui pemasangan jerat untuk satwa mangsa yakni masyarakat menjerat Kijang dan Babi yang merupakan makan utama Harimau." Tutup Yudi.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.