Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Usai Pembukaan GPDRR, Menlu Retno Adakan Pertemuan Bilateral Bahas Rusia-Ukraina

Penulis: Intan Kusumawadani

TVRINews, Bali

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan beberapa pertemuan bilateral usai pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, Rabu (25/5) kemarin.

Beberapa pejabat yang ditemui yaitu Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed, Presiden SMU PBB Abdulla Shahid, Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Jagan Chapagain, dan Penasihat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Saima Wazed Hossain.

Dalam salah satu pertemuan tersebut, Retno membicarakan mengenai perang Rusia-Ukraina.

“Menlu RI kembali tekankan prinsip posisi Indonesia yang konsisten mengenai pentingnya setiap negara menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain,” dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri dikutip dari laman resmi Kemlu, Kamis (26/5/2022).

Dalam pertemuan tersebut juga membahas mengenai dampak perang terhadap dunia, termasuk ancaman krisis pangan dan energi.

Dengan adanya dampak dari perang tersebut, dikhawatirkan pencapaian Sustainable Development Goals akan semakin jauh dari target.

Masih dalam topik pembicaraan yang sama, Retno juga mengadakan pertemuan dengan The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) yang membahas situasi kemanusiaan di Ukraina. 

Sekjen IFRC menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 5-6 juta pengungsi dari Ukraina ke negara tetangga, dan 7,5-8 juta orang pengungsi internal dengan pergerakan yang cukup besar yang menimbulkan kekhawatiran yang mendalam terhadap dampak perang terhadap ketahanan pangan dunia. 

Kekeringan yang terjadi di berbagai negara dan terganggunya rantai pasok pangan akibat perang, akan memperburuk situasi pangan, terutama negara-negara least developed countries. Ini merupakan hal serius yang harus menjadi perhatian dunia.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.