Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Belasan WNA Terjaring Operasi Yustisi Tak Pakai Masker

Belasan WNA Terjaring Operasi Yustisi Tak Pakai Masker
Belasan WNA Terjaring Operasi Yustisi Tak Pakai Masker

Penulis: Indra Wijaya

TVRINews, Badung

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 disikapi Tim Yustisi Kabupaten Badung dengan meningkatkan pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dan menggencarkan operasi protokol kesehatan menyasar kawasan wisata, desa zona merah dan lokasi keramaian. 

Seperti di Kawasan Echo Beach Canggu, Kuta Utara, Badung padoa Sabtu (26/6/2021). Di lokasi ini, tim yustisi gabungan terdiri dari Satpol PP dibantu unsur TNI-Polri menjaring 16 Warga Negara Asing (WNA) dan 2 warga lokal yang  kedapatan tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Penerapan Disiplin Prokes Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19/maka WNA yang melanggar dikenakan sanksi denda sebesar Rp1 juta. Sedangkan warga lokal sebesar Rp100.000. 

Diakui petugas bahwa WNA di kawasan wisata ini memang sulit untuk ditertibkan. Petugas Satpol PP Badung I Gede Ardita mengatakan, asal WNA ini beragam dan umumnya berasal dari Eropa.

“Kebanyakan tamunya beragam. Ada yang dari Afsel, Rusia, Ukraina, Prancis. Pokoknya berbeda negaranya. Umumnya karena mereka tidak percaya covid itu ada. Ada juga yang lupa bawa masker. Ada yang tidak mengetahui regulasi tentang memakai masker ini”, terang Ardita.

Dari pemetaaan kasus Covid-19 di Kabupaten Badung hingga 24 Juni, terdapat 4 kelurahan tergolong zona merah dan 7  desa masuk zona oranye. Kelurahan yang masuk zona merah meliputi Kelurahan Kuta, Benoa, Jimbaran dan Kerobokan Kelod.

Sedangkan zona oranye terdapat di Kecamatan Kuta Utara meliputi Desa Tibubeneng, Dalung, Canggu dan Kerobokan Kaja. Di Kecamatan Mengwi ada dua desa yaitu Desa Buduk dan Desa Penarungan. Sedangkan di Kecamatan Kuta Selatan adalah Desa Kutuh.

 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.