Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Erick Thohir Sebut Terjadi Korupsi Terselubung di Balik Utang PTPN Rp43 Triliun

Erick Thohir Sebut Terjadi Korupsi Terselubung di Balik Utang PTPN Rp43 Triliun
Erick Thohir Sebut Terjadi Korupsi Terselubung di Balik Utang PTPN Rp43 Triliun

Penulis: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan bahwa dirinya menduga terjadi korupsi terselubung berbentuk utang dari PT Perusahaan Nusantara (PTPN). Adapun jumlah utang tersebut sebesar Rp43 triliun.

“Ketika PTPN punya utang Rp43 triliun dan ini merupakan penyakit lama yang kita sudah tahu. Dan ini suatu saya rasa korupsi yang terselubung yang memang harus dibuka dan harus dituntut yang melakukan ini,” kata Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Erick menambahkan bahwa PTPN sebelumnya sudah berhasil melakukan restrukturisasi utang. Namun, hal itu bukan berarti masalah keuangan perusahaan tersebut selesai.

“Di situlah kita lihat apa stepnya bahwa memang setelah direstrukturisasi, PTPN harus melakukan efisiensi besar-besaran terhadap operasionalnya,” ucap Erick.

Selanjutnya, kata dia, PTPN juga harus melakukan coorporate action dengan meningkatkan produksi. Hal itu agar PTPN dapat membayar pinjaman yang diberikan perbankan.

“Ini banknya bukan hanya bank Himbara, tetapi banyak bank asing, banyak bank swasta yang hingga kalau tidak terbayarkan akan collaps secara beruntun,” ujar Erick.

Terlebih, kata dia, saat ini PTPN diuntungkan dengan harga kelapa sawit yang sedang naik. Meskipun ia juga mendorong efisiensi guna meningkatkan produksi yang dinilai masih belum maksimal.

Ia menambahkan bahwa jika PTPN di bandingkan dengan perusahaan lain, kelapa sawit produksi BUKN tidak kalah jauh dengan swasta seperti jaman dahulu. Bahkan, Erick menyebut terjadi peningkatan revenue atau pendapatan sebanyak 37 persen.

“Jadi foccusing daripada produk yang ada di PN ini menjadi kunci, karena juga banyak produk-produk PTPN seperti yang kemarin saya lihat di Banyuwangi seperti coklat, memang tidak punya kekuatan untuk bermain di global ataupun di pasar lokal,” kata Erick.

“Jadi effort yang diberikan untuk benar-benar menjaga cokelat kita dibandingkan kelapa sawit ini jauh impact nya,” tuturnya menambahkan.

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar