Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Sandiaga Siapkan Ruang Diskusi Terkait Kenaikan Tarif TN Komodo

Sandiaga Siapkan Ruang Diskusi Terkait Kenaikan Tarif TN Komodo
Satwa endemik Komodo

Penulis: Ridha Gemelli Sitompul

TVRINews, Labuan Bajo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang diskusi dan menyerap aspirasi dari seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo, terkait pemberlakuan tarif baru bagi wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo, bahwa kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” kata Sandiaga dalam rilisnya, Jumat (22/7/2022). 

Sebelumnya, pemerintah berencana akan menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp 3,75 juta mulai 1 Agustus 2022. 

Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas, sehingga diputuskan akan ada pembatasan kunjungan, hanya 200 ribu kunjungan per tahun. Selain itu juga, ada aspek pendidikan dan penelitian agar jumlah komodo yang saat ini tercatat sebanyak 3.300 tidak menurun tapi dipertahankan. 

“Jika wisatawan ingin melihat Komodo tentu bisa melihat ke Pulau Rinca. Bahkan Pak Presiden tadi menjelaskan (Komodo) bentuknya sama, ukurannya sama. Tapi kalau ingin ke Pulau Komodo atau ke Pulau Padar tentunya harus dibebani biaya kontribusi konservasi,” ujar Menparekraf. 

Baca Juga: W20 Summit: Menparekraf Ajak Kaum Perempuan Tingkatkan Peran Sektor Parekraf

Sandiaga juga menjelaskan bahwa ada kompensasi bagi wisatawan yang sudah memesan dan membayar ke travel agent yang ingin berkunjung sebelum kebijakan ini diterapkan pada 1 Agustus 2022.

“Jadi target yang disampaikan Bapak Presiden tadi, Pulau Rinca segera dipastikan rampung dalam waktu dekat karena ini sebuah alternatif selain Pulau Komodo dan Pulau Padar bagi wisatawan,” ucap Sandiaga. 

“Namun untuk wisatawan yang sudah booking dan membayar ke travel agent sebelum kebijakan ini ditetapkan akan diberikan tenggat waktu sampai akhir Desember. Jadi jangan khawatir Kawasan Pulau Rinca akan segera diselesaikan dan dibuka untuk wisatawan,” sambungnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.