Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Tinjau Pelabuhan Marunda, Menhub: Penarikan Penerimaan Negara Harus Dengan Tata Kelola Baik

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Bekasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan, penarikan penerimaan negara dari pengusahaan di kawasan pelabuhan harus dilakukan secara governance (tata kelola yang baik).
 
“Saya meminta kepada jajaran Otoritas Pelabuhan melakukan penarikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara governance agar hasilnya maksimal,” kata Budi saat meninjau langsung Terminal Marunda Centre di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (14/8/2022).
 
Budi mengatakan, PNBP yang diterima dari kegiatan komersial di kawasan Pelabuhan Marunda akan digunakan kembali oleh pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana transportasi, khususnya di daerah terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan (3TP). 

“Penerimaan PNBP ini harus dioptimalkan karena akan membantu keberlanjutan pembangunan di tengah APBN kita yang terbatas,” ucap Budi.
 
Lebih lanjut, Budi berpesan kepada para Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang ada di Kawasan Pelabuhan Marunda untuk memenuhi kewajibannya menyetor PNBP dan kewajiban pajak lainnya kepada negara. Tak lupa, Budi juga mengingatkan agar aspek keselamatan dan kualitas pelayanan kepelabuhanan terus dijaga dan ditingkatkan.
 
Di Kawasan Pelabuhan Marunda, terdapat tiga terminal utama yang dikelola BUP yaitu: Terminal Marunda Center (PT. Pelabuhan Tegar Indonesia), terminal umum PT. Karya Citra Nusantara (KCN), dan Terminal Kali Blencong PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN).
 
Pelabuhan yang ada di Kawasan Marunda ini merupakan pelabuhan multipurpose logistik, dengan layanan meliputi angkutan curah kering, curah cair, dan kargo umum. Pelabuhan Marunda ini menjadi pendukung dari Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, Jakarta.
 
Dari kegiatan kepelabuhanan di Pelabuhan Marunda, pemerintah mendapatkan penerimaan negara baik berupa tarif konsesi, PNBP, maupun pajak lainnya. 

Sejak tahun 2019 hingga tahun 2021, jumlah penerimaan PNBP terus meningkat, dimana pada tahun 2019 sebesar Rp. 20,8 Miliar, 2020 sebesar Rp. 23,1 Miliar, dan 2021 sebesar 24,8 Miliar. Sementara pada tahun 2022 hingga bulan Juli telah mencapai Rp. 15,3 Miliar.
 
Dalam tinjauan langsungnya, Menhub menyerahkan jaket keselamatan dan bantuan sembako kepada para nelayan di sekitar Kawasan Pelabuhan Marunda.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.