Trending

  • Selasa, 27 September 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kemenkes Terbitkan SE Pencegahan dan Pengendalian Varian Omicron

Kemenkes Terbitkan SE Pencegahan dan Pengendalian Varian Omicron
Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) yang ditandatangani Menteri Kesehatan

Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta

 

Kementerian Kesehatan (Kemenskes) kembali mendeteksi kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia. Per tanggal 4 Januari 2021, ada 92 kasus baru, secara keseluruhan terdapat 254 kasus yang terdiri dari 239 kasus dari pelaku perjalanan internasional dan 15 kasus transmisi lokal. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan penambahan kasus Omicron di Indonesia masih didominasi oleh WNI yang baru kembali dari perjalanan luar negeri. 

“Mayoritas (penularan) masih didominasi pelaku perjalanan luar negeri. Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49%) dan pilek (27%),” kata Nadia, Rabu (05/01/2022).

Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan Varian Delta, saat ini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan akan terus meluas. Sementara di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021 lalu. 

Sebagai bentuk antisipasi pemerintah dalam mencegah serta mengendalikan penularan Varian Omicron, Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) yang ditandatangani Menteri Kesehatan pada 30 Desember 2021. 

Terbitnya aturan ini untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, SDM Kesehatan dan para pemangku kepentingan lainnya sekaligus menyamakan persepsi dalam penatalaksanaaan pasien konfirmasi positif Covid-19. 

Selain itu, Kemenkes juga mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru, segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

“Poin utama dari aturan ini untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah serta fasyankes dalam menghadapi ancaman penularan Omicron. Mengingat dalam beberapa waktu terakhir kasus transmisi lokal terus meningkat. Karenanya kesiapan daerah dalam merespons penyebaran Omicron sangat penting agar tidak menimbulkan cluster baru penularan Covid-19,” ujar Nadia.
 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.