Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Presiden Jokowi Sampaikan 3 Langkah Hadapi Tantangan Global

Presiden Jokowi Sampaikan 3 Langkah Hadapi Tantangan Global
Presiden Joko Widodo

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta
Dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi dan kondisi ekonomi dunia tahun ini yang juga turun 1 persen menjadi 2,6 persen.

Untuk menghadapi tantangan global yang semakin sulit, kerjasama dari berbagai pihak dibutuhkan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Presiden Joko Widodo menyampaikan ada tiga langkah yang harus dijalani bersama dalam menghadapi tantangan global yang terjadi pada saat ini.

"Pertama, sinergi untuk mengatasi emerging chalanges sebagai Presidensi G20 dan bagian dari Global Crisis Respon Group (GCRG), Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah masalah ketahanan pangan energi dan stabilitas Keuangan," ujar Presiden dalam pidatonya pada Side Event KTT BRICK, yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (24/6/2022).

Kemudian, langkah yang kedua untuk memperkuat kemitraan global untuk SDGs. Dengan fokus pada pendanaan pembangunan, kesenjangan pendanaan SDGs yang meningkat dari 2,5 triliun dolar pertahun sebelum pandemi menjadi 4,2 trilyun dollar per tahun pasca pandemi harus segera ditutup.

Yang ketiga, Presiden menyampaikan bahwa sumber-sumber pertumbuhan baru harus diperkuat dalam mendukung transformasi digital yang inklusif.

"Pertumbuhan baru harus diperkuat, kerjasama BRICS dengan negara mitra harus mendukung untuk transformasi digital yang inklusif. Pengembangan Green industry dan Green infrastructure serta penguatan akses negara-negara berkembang pada Global supply chain," ujarnya.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pendanaan inovatif harus dimajukan, terutama peranan sektor swasta harus diperkuat. Ia pun berharap BRICS dapat menjadi katalis bagi penguatan investasi di negara-negara berkembang.

Upaya tersebut serupa dengan yang dilakukan pada Presidensi G20 Indonesia untuk mendorong investasi yang menciptakan nilai tambah bagi negara berkembang.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.